Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Alasan Para Muslim Mengikut Isa Al-Masih

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Salah satu penyebab orang Kristen menjadi Islam (mualaf) ialah bingung soal ajaran Kristen, seperti Allah Tritunggal dan sebagainya. Namun penyebab orang Islam masuk Kristen ialah alasan-alasan yang bersifat rohani dan keselamatan. Dengan memahami alasan-alasan mereka, kita akan beroleh manfaat besar bagi iman kita dalam beragama.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus membuat berbagai alasan yang menurut mereka menjadi penyebab orang Islam masuk Kristen. Mereka menyebut nama beberapa orang yang mereka sebut mantan Islam, yang saya yakin adalah nama-nama fiktif hasil imajinasi kafir Kristen. Itu dapat dilihat dari berbagai alasan yang mereka buat ternyata sama sekali tidak ada yang baru. Semuanya hanyalah pengulangan dari fitnah lama mereka terhadap Islam. Saya pun lebih banyak menjawab dengan copy-paste dari postingan saya sendiri.  

Alasan yang Bersumber dari Al-Quran

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Seorang mantan Muslim dari Afrika Timur berkata, “Di dalam Al-Quran dikatakan, jika Anda bingung tanyalah pada orang-orang yang punya kitab terdahulu.”

“Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu . . .” (Qs 10:94). Menurut ayat itu, bukankah umat Muslim wajib bertanya kepada orang Kristen atau membaca Alkitab agar beroleh kebenaran tentang Isa Al-Masih?

Jawaban Saya: Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu. (Yunus: 94)

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan ayat di atas mewajibkan umat Islam untuk bertanya kepada orang Kristen agar memperoleh kebenaran tentang Yesus. Pendapat tersebut salah BESAR. Ayat di atas memang menyarankan Nabi Muhammad SAW (BILA RAGU) agar bertanya kepada Ahli Kitab perihal kisah-kisah Bani Israel di ayat-ayat sebelumnya. Namun, apakah Nabi Muhammad SAW ragu-ragu terhadap wahyu yang turun kepada Beliau? Tidak, tidak sama sekali! Nabi Muhammad SAW tidak pernah bertanya kepada Ahli Kitab tentang kisah-kisah Bani Israel, karena Beliau tidak pernah ragu-ragu terhadap wahyu yang Ia terima. Umat Islam akan meneladani Nabi Muhammad SAW dalam menerima wahyu Allah SWT, tidak ragu dan tidak perlu bertanya pada Ahli Kitab atau Alkitab (Bibel).

Umat Islam juga telah memperoleh kebenaran tentang Nabi Isa AS atau Yesus dengan membaca Al-Qur’an. Menurut Al-Qur’an Nabi Isa AS atau Yesus hanyalah Nabi dan hamba Allah SWT (Maryam: 30), bukan Tuhan (Al Maa'idah: 116), dan bukan pula anak Tuhan (Maryam: 88). Tidak mati di bunuh dan tidak pernah di salib (An Nisaa': 157).

Alasan yang Berkaitan dengan Muhammad

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Amid Hasan dari Banglades berkata, “Muhammad bukanlah Juruselamat, sedangkan nama 'Isa' itu sendiri berarti Juruselamat.”

Kesimpulan Hasan tepat! Sebab Muhammad jujur mengakuinya. “. . . sesungguhnya aku [Muhammad] adalah seorang pemberi peringatan . . ." (Qs 22:49). ". . . aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak pula terhadapmu . . .” (Qs 46:9). Karena berdosa, maka Muhammad minta ampun. "Ya Allah! Ampunilah saya! Kasihanilah saya . . ." (Sahih Bukhari Vol. 5 Buku 59 No. 715).

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW bukanlah juru selamat, sedangkan Yesus mereka anggap juru selamat. Padahal penyebutan juru selamat untuk Yesus di dalam Injil Kristen hanya terdapat pada dua ayat, Lukas 2:11 dan Yohanes 4:42. Itu pun bukan Yesus sendiri yang menyebutkan dirinya juru selamat. Yesus yang di percaya oleh kafir Kristen sebagai juru selamat, ternyata tidak pernah sekali pun menyebut dirinya juru selamat.

Firman Allah SWT, Katakanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan." (Al Ahqaaf: 9).

Abu Bakar Al-Huzali telah meriwayatkan dari Al-Hasan Al-Basri sehubungan dengan makna firman-Nya: dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. (Al-Ahqaf: 9) Adapun di akhirat, maka mendapat pemaafan dari Allah, dan telah diketahui bahwa hal itu berarti dimasukkan ke dalam surga. Tetapi Nabi SAW mengatakan bahwa ia tidak mengetahui apakah yang akan dilakukan terhadap dirinya dan tidak (pula) terhadap diri mereka di dunia ini. Apakah beliau SAW akan diusir sebagaimana para nabi sebelumnya diusir dari negerinya? Ataukah beliau akan di bunuh sebagaimana para nabi terdahulu banyak yang dibunuh? Nabi SAW bersabda, "Aku tidak mengetahui apakah kalian akan dibenamkan ke dalam bumi ataukah dilempari batu-batuan dari langit?"

Pendapat inilah yang dijadikan pegangan oleh Ibnu Jarir, dan bahwa tiada takwiI lain selain ini.

Dan memang tidak diragukan lagi pendapat inilah yang sesuai dengan takwil ayat, karena sesungguhnya mengenai nasib di akhirat sudah dapat dipastikan tempat kembali Rasulullah SAW adalah surga, begitu pula orang-orang yang mengikutinya. Ada pun apa yang dilakukan terhadap dirinya (Nabi SAW) di dunia ini, maka beliau tidak mengetahui apakah akibat dari urusannya dan urusan orang-orang musyrik Quraisy, bagaimanakah kesudahannya nanti, apakah mereka akan beriman ataukah mereka tetap pada kekafirannya yang akibatnya mereka akan diazab dan dimusnahkan. (Tafsir Ibnu Katsir).

Jadi ketidaktahuan Nabi yang di maksud dalam Al Ahqaaf: 9 adalah ketidaktahuan atas nasib beliau di dunia, apakah beliau akan di usir atau akan di bunuh oleh orang-orang kafir. Mengenai nasib Nabi Muhammad SAW di akhirat sudah dapat dipastikan tempat kembali Rasulullah SAW adalah surga, karena Allah SWT telah melimpahkan rahmat-Nya kepadanya (Shahih Bukhari 5982). Umatnya pun di jamin pasti masuk surga, selagi mereka beriman kepada Allah SWT dengan keimanan yang benar dan taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sinan telah menceritakan kepada kami Fulaih telah menceritakan kepada kami Hilal bin Ali dari 'Atha bin Yasar dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Setiap umatku masuk surga selain yang enggan, " Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, lantas siapa yang enggan?" Nabi menjawab: "Siapa yang taat kepadaku masuk surga dan siapa yang membangkang aku berarti ia enggan." (Shahih Bukhari: 6737).

Kafir Kristen pemuja Yesus mengutip sebuah hadits yang disebutnya dari Shahih Bukhari 1573. Namun hadits dengan isi persis seperti kutipan kafir Kristen di atas tidak dapat saya temukan, tetapi ada hadits yang memiliki makna sama, Telah menceritakan kepada kami Mu'alla bin Asad Telah menceritakan kepada kami Abdul 'Azid bin Mukhtar Telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Urwah dari Abbad bin Abdullah bin Zubair bahwa Aisyah mengabarkan kepadanya; dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata sebelum beliau wafat di pangkuan Aisyah dan ia pun mendengar ucapan beliau; "Ya Allah, Ampunilah aku, berikanlah rahmat kepadaku dan pertemukanlah aku dengan kekasihku!" (Shahih Bukhari: 4086).

Kafir Kristen pemuja Yesus memang sering memahami sesuatu dengan pola sebab akibat. Misalnya kalau Nabi Muhammad SAW berdoa untuk di ampuni dosanya, berarti Nabi Muhammad SAW pernah melakukan maksiat, padahal tidak harus demikian. Jika pola mereka itu di pakai, maka Yesus pun dapat di asumsikan pernah bermaksiat. Yesus dalam Injil memang tidak pernah doa agar dosanya di ampuni, tetapi dalam Injil Yesus diceritakan pernah dibaptis (Matius 3:13). Baptis itu tanda bahwa orang itu telah bertaubat. Orang yang melakukan taubat biasanya karena telah melakukan perbuatan dosa dan ingin agar dosanya di ampuni oleh Tuhan melalui pembaptisan. Kalau Yesus dibaptis itu berarti Yesus pernah melakukan perbuatan dosa dan ingin agar dosanya di ampuni Tuhan melalui pembaptisan.
  
Alasan Soal Isa Al-Masih

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Menurut Al-Quran “. . . Al Masih, Isa . . . adalah utusan Allah, kalimat-Nya yang Ia kirimkan kepada Maryam, dan juga roh dari-Nya” (Qs 4:171). Setelah mempelajari Injil, Jalal, dari Asia Selatan mengatakan “Yesus [Isa Al-Masih] . . . adalah Allah . . . Saya yakin bahwa Dia datang untuk dosa-dosa kami karena saya adalah orang yang berdosa besar . . . Muhammad adalah nabi, tetapi Sayidina Al-Masih adalah Allah dan kehidupan-Nya adalah teladan bagi saya . . .”

Amal, seorang wanita mantan Muslim dari wilayah Arab mengakui “. . . Dia (Isa Al-Masih) adalah Allah dan Tuhanku.”

Injil Allah meneguhkan kesimpulan Jalal dan Amal, bahwa Isa “. . . adalah Kalam. . . Kalam itu adalah Allah” (Kitab Suci Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1). Seorang Islam dari wilayah Afrika Barat. “Saya tahu bahwa saat Nabi Muhammad meninggal, mereka mengubur dia. Namun ketika Yesus [Isa Al-Masih] mati, Dia bangkit kembali dan Allah membawa-Nya ke sorga.Yesus [Isa Al-Masih] adalah . . . Allah.”

Nama Yesus/Yeshua [Isa Al-Masih] berarti “ . . . karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka” (Injil, Rasul Besar Matius 1:21). Karena berkuasa mengampuni dosa dan menjamin manusia masuk sorga, maka Isa Al-Masih pastilah Allah.

Jawaban Saya: Al-Qur’an surah An-Nisa: 171 berisi peringatan Allah subhanahu wa ta’ala terhadap ahli kitab termasuk kafir Kristen untuk tidak berlebihan-lebihan dalam beragama. Itulah sebabnya kafir Kristen pemuja Yesus mengutip ayatnya sepotong-sepotong untuk menyembunyikan kebenaran dengan maksud agar dapat menyesatkan banyak orang. Yang dapat mereka sesatkan tentu saja orang-orang Kristen awam yang tidak pernah membaca terjemahan Al-Qur’an. Sedangkan umat Islam, mereka tidak akan disesatkan dengan cara licik dan penuh tipu daya seperti itu.

Wahai Ahli Kitab, janganlah kalian melampaui batas dalam agama kalian, dan janganlah kalian mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang terjadi dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kalian kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kalian mengatakan, "(Tuhan itu) tiga," berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagi kalian. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Mahasuci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah untuk menjadi Pemelihara. (An-Nisa: 171).

Allah subhanahu wa ta’ala melarang Ahli Kitab bersikap melampaui batas dan menyanjung secara berlebihan. Hal ini dilakukan oleh orang-orang kafir Kristen pemuja Yesus karena mereka melampaui batas sehubungan dengan Isa Al-Masih. Mereka mengangkatnya di atas kedudukan yang telah diberikan oleh Allah kepadanya, lalu memindahkannya dari tingkat kenabian sampai menjadikannya sebagai tuhan selain Allah yang mereka sembah sebagaimana mereka menyembah Dia.

Sesungguhnya Al-Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang terjadi dengan) kalimat-Nya yang disampaikan­Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. (An-Nisa: 171)

Sesungguhnya Isa Al-Masih itu hanyalah seorang hamba Allah subhanahu wa ta’ala dan makhluk yang diciptakan-Nya. Allah berfirman kepadanya, "Jadilah kamu," maka jadilah dia. Isa Al-Masih hanyalah utusan-Nya dan kalimat-Nya yang Allah sampaikan kepada Maryam. Isa Al-Masih dipanggil  “Kalimatullah” disebabkan oleh proses kejadian ‘Isa AS sendiri yang diciptakan dengan kalimat “kun” (jadilah) tanpa proses hubungan biologis pria dan wanita sebagaimana manusia lainnya. Proses kejadian ‘Isa adalah sama seperti kejadian Adam yang tiada berbapa atau beribu, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Sesungguhnya misal (penciptaan) ‘Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. (Ali Imran: 59).

Maka di sini jelaslah kepada kita bahwa Al-Qur’an tidak pernah menganggap ‘Isa Al-Masih itu adalah Allah, malah memandangnya sebagai seorang manusia biasa, sama seperti Adam AS. Jika kafir Kristen pemuja Yesus masih ngeyel mengatakan bahwa Al-Qur’an membenarkan doktrin sesat Kristen bahwa Isa adalah tuhan Allah, maka dengan menggunakan metodologi mereka sendiri, kita perlu menambah seorang lagi ke dalam doktrin Trinitas mengikut ayat di atas, yaitu Nabi Adam AS, karena beliau juga terjadi dengan “kalimat Allah”, yaitu “kun” (jadilah)!

Kafir Kristen pemuja Yesus masih saja mengutip Yohanes 1:1 untuk mendukung keyakinan sesat mereka. Padahal ayat tersebut bukanlah firman Tuhan dan bukan pula ucapan Yesus. Ayat tersebut adalah hymne Platonis yang diperkenalkan oleh Philo dari Alexandria. Bunyi kalimat pertama adalah “Pada mulanya adalah Logos (firman), Logos (firman) itu bersama dengan Tuhan, dan Logos (firman) itu berasal dari Tuhan.”

Penyalin Kitab Yohanes kemudian mengadopsi hymne ini dan menempatkannya sebagai pembukaan Injil Yohanes, lalu merubah kalimat: “Logos itu berasal dari Tuhan” menjadi “Firman itu adalah Tuhan.”

Pencaplokan ajaran Platonis oleh penyalin Injil Yohanes ini, dijelaskan oleh bapa gereja Santo Agustinus dalam bukunya The Confession of St. Augustine di bawah sub judul ‘Kitab Suci dan Filsafat Penyembah Berhala’ sebagai berikut: “… Buku filsafat Platonis yang telah diterjemahkan dari bahasa Yunani ke bahasa Latin. Di dalamnya saya baca, walaupun tidak sama persis tetapi jalan pikirannya sama, didukung dengan berbagai argumen bahwa: Pada mulanya adalah firman, dan firman itu bersama Tuhan, dan firman itu adalah (dari) dari Tuhan. Segala sesuatu dijadikan oleh dia (firman) dan tanpa dia (firman) tidak ada yang dijadikan.”

Catatan kaki Alkitab The New Testament of the New American Bible, 1970 hal. 203, memperkuat pendapat bahwa Yohanes 1:1-18 bukanlah bagian Injil Yohanes, melainkan karya lepas yang kemudian dimasukkan menjadi pembuka kitab Yohanes tersebut: “Yohanes 1:1-18; pembukaan ini merupakan hymne berbentuk syair, mungkin berasal dari karya bebas, yang kemudian baru dikutip dan diedit untuk berperan sebagai pembuka Injil.” 

Dalam Injil Kristen Yesus berkata, Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa"  —  lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu  — : "Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" (Matius 9:6). Yesus menyatakan bahwa dirinya berkuasa mengampuni dosa, bukan berarti Yesus dapat mengampuni perbuatan dosa sebagaimana Tuhan mengampuni dosa manusia. Kuasa mengampuni dosa yang dimaksud oleh Yesus adalah kuasa Yesus yang dapat menyembuhkan penyakit. Karena pada masa itu bangsa Israel meyakini bahwa penyakit timbul akibat dosa yang dilakukan manusia. Oleh sebab itu setelah Yesus mengatakan dirinya berkuasa mengampuni dosa, dia membuktikannya dengan menyembuhkan orang lumpuh. Kuasa Yesus yang dapat menyembuhkan orang sakit bukan berasal dari kuasanya sendiri, tetapi kuasa dari Tuhan. Kuasa yang dimiliki oleh Yesus tidak dapat dijadikan alasan untuk memujanya sebagai Tuhan. Ayatnya masih terbaca dengan jelas sampai dengan sekarang.

Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. (Lukas 5:17)

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus menjamin pemujanya hidup kekal di sorga, tetapi di mana ayatnya? Yesus sama sekali tidak dapat menjamin keselamatan. Yang dilakukan oleh Yesus hanya dapat menyiapkan surga (Yohanes 14:2), bukan untuk menjamin pemujanya masuk surga (Matius 20:23). Yesus menyiapkan rumah di surga hanya untuk 144 ribu bangsa Israel (Wahyu 7:4), itu artinya hanya 144 ribu dari bangsa Israel yang mendengar dan melakukan perkataan Yesus (Lukas 6:47) yang akan masuk surga. Jadi bagi kafir Kristen pemuja Yesus yang hanya mendengar perkataan Yesus tetapi tidak melakukannya, apalagi kalau anda bukan dari bangsa Israel seperti kafir Kristen, bersiaplah kalian untuk gigit jari.

Dari Al-Quran ke Wahyu Allah

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Baik Al-Quran maupun Wahyu Allah/Alkitab (Taurat, Zabur dan Injil) menyaksikan Isa Al-Masih. Tidak bijak bukan, jika mengenal Isa Al-Masih dari Al-Quran saja? Anda dapat mengenal Isa secara lengkap melalui Wahyu Allah.

Jawaban Saya: Injil Kristen bukanlah kitab wahyu. Injil Kristen sebenarnya hanyalah tulisan-tulisan hasil karya banyak orang yang tidak dikenal. Orang Kristen yang hidup di awal kekristenan tidak pernah menganggap Injil-Injil tersebut sebagai Kitab Suci atau Wahyu Allah. Mereka hanya menganggapnya tidak lebih dari kisah rakyat. Seiring dengan keinginan gereja untuk menjadikan Injil Kristen sebagai Kitab Suci, maka Injil-injil tersebut diberi nama dengan nama-nama murid Yesus. Padahal tidak ada satu ayat pun dalam Perjanjian Baru yang menceritakan murid-murid Yesus menulis sebuah kitab. Tidak mungkin bagi seorang Muslim mempercayai Injil Kristen, sementara orang Kristen yang hidup di awal kekristenan saja tidak pernah menganggap Injil Kristen sebagai kitab suci atau Wahyu Allah.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Alasan Para Muslim Mengikut Isa Al-Masih"

Posting Komentar

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.