Kafir pemuja Yesus berkata bahwa
sistem penghapusan dosa Taurat dan agama Islam hampir sama. Taurat yang
mewajibkan seseorang yang berdosa untuk memberi korban penebus dosa, mereka
samakan dengan pahala yang dapat menghapus dosa dalam Islam. Sehingga kemudian
terlontar pertanyaan berapa banyak pahala diperlukan orang Islam untuk
menghapus dosa. Sepertinya kafir pemuja Yesus sedang gagal paham mengenai
ajaran Islam. Tidak heran, itu karena mereka mempelajari Islam setengah hati
melalui internet atau media lainnya, bukan belajar Islam dengan cara datang
langsung ke seorang ustad. Dapat saya jelaskan di sini, bahwa dalam Islam tidak
ada yang namanya penebusan dosa, yang ada hanyalah pengampunan dosa. Jika dalam
hukum Taurat seseorang yang berdosa harus mengorbankan hewan untuk memperoleh
pengampunan dosa, dalam Islam, seorang Muslim cukup bertaubat kepada Allah,
memohon ampunan atas semua dosa yang dilakukannya. Allah mengampuni orang yang
bertaubat kepada-Nya dan dosa pun terhapus. Selain melalui taubat, dosa seorang
Muslim juga dapat Allah ampuni melalui amal-amal saleh yang dikerjakan dengan
ikhlas, jadi bukan pahala yang menghapus dosa seorang Muslim.
Sistem penghapusan dosa dalam
Taurat sebetulnya lebih mirip dengan penghapusan dosa dalam agama Kristen, cuma
berbeda objek penghapus dosanya saja. Jika Taurat mengharuskan orang yang
berdosa untuk mengorbankan hewan sebagai korban penebus dosa, dalam agama
Kristen, kafir Kristen pemuja Yesus harus mengorbankan Tuhan mereka sebagai
korban penebus dosa. Penyataan saya ini pernah di protes oleh para pemuja
Yesus. Mereka berkata bahwa apa yang saya katakan tidak benar. Alasan mereka,
Yesus mengorbankan diri bukan mereka korbankan. Tetapi bagi saya itu sama saja,
sebab dengan mengakui Yesus mati untuk menebus dosa mereka dan menerima tebusan
tersebut, itu sudah sama artinya dengan menjadikan Yesus sebagai korban penebus
dosa.
Kafir pemuja Yesus mengutip
sebuah ayat Al-Qur’an yang artinya, “(Bukan
demikian), yang benar: barang siapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh
dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (Al-Baqarah: 81). Kemudian mengutip
surat buatan Paulus yang mereka sebut sebagai kitab Allah, Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal
dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Roma
6:23)
Selanjutnya mereka menyatakan
bahwa menurut ayat di atas orang berdosa tidak punya harapan. Mereka menganggap
setiap orang berdosa serta merta akan menjadi penghuni neraka. Setelah itu
mereka kembali mengutip surat kiriman Paulus yang lagi-lagi mereka sebut sebagai
firman Tuhan, Sebab karena kasih karunia
kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah
(Efesus 2:8).
Jawaban saya: Demi melimpahnya kemuliaan Tuhan (Roma 3:7), sekali
lagi mereka berdusta. Kafir pemuja Yesus mengutip ayat Al-Qur’an
sepotong-sepotong sehingga muncul kesan bahwa Allah membiarkan orang berdosa
tidak punya harapan, padahal tidak demikian. Ayat Al-Qur’an (Al-Baqarah: 81)
tersebut, sebetulnya jawaban Allah atas klaim orang-orang Yahudi yang mengaku
bahwa mereka masuk neraka cuma dalam hitungan beberapa hari saja. Allah
menyatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang berdosa dan diliputi oleh dosanya,
serta mengancam orang-orang Yahudi dengan azab neraka yang kekal, bukan hanya
beberapa hari seperti yang mereka klaim. Setelah itu Allah melanjutkan
firman-Nya, “Dan orang-orang yang beriman
serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya”
(Al-Baqarah: 82). Ini adalah harapan
bagi orang-orang Yahudi yang pada ayat sebelumnya Allah telah mengancam mereka
dengan kekal di neraka. Kecuali jika di antara mereka mau beriman dengan
menerima Islam sebagai agama dan beramal saleh, maka Allah akan menempatkan
mereka dalam surga dan mereka kekal di dalamnya. Itu makna kedua ayatnya.
Kafir Kristen pemuja Yesus juga
berkata bahwa pahala tidak diperlukan, yang diperlukan hanya korban Yesus di
kayu salib. Pahala tidak diperlukan, itu ucapan bodoh para pemuja Yesus.
Padahal Yesus berpesan kepada murid-muridnya agar beramal dan mengumpulkan
pahala, sebagaimana tertulis dalam Injil Matius:
"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan
karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di
sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta
mencurinya” (Matius 6:19-20).
Mereka menyebut penebusan Yesus
di kayu salib sebagai korban tebusan dari Allah sebagai wujud dari sifat rahman
dan rahim-Nya. Di sini kejanggalan teologi Kristen akan anda temukan. Sebab
Yesus yang mereka anggap mati di kayu salib, mereka sebut sebagai korban dari Allah. Mana mungkin sih
manusia yang berdosa Tuhan yang menyediakan tebusan?! Di mana-mana, manusia
yang berdosa dialah yang harus menyediakan korban penebus dosa, seperti yang
ada dalam hukum Taurat, bukan malah sebaliknya. Dan kalau pun Tuhan yang
menyediakan korban penebus dosa, Dia tidaklah mungkin mengorbankan Yesus yang
anak-Nya sendiri. Tidak mungkin juga Tuhan yang mengorbankan anak-Nya sendiri
kemudian di sebut Tuhan yang Rahman dan Rahim. Kalau Tuhan tidak bisa Rahman
dan Rahim kepada anak-Nya sendiri, bagaimana mungkin dapat Rahman dan Rahim
kepada kita makhluk-Nya.
Itulah kejanggalan dalam Teologi
Kristen. Siapa pun mereka yang memiliki nurani dan akal yang waras, pasti akan
sangat dapat merasakan kejanggalan tersebut. Nurani dan akal pikiran semua
kafir Kristen pemuja Yesus telah tertutup oleh dogma gereja. Mereka lebih
memilih tidak mendengarkan bisikan nurani dan mengabaikan pertimbangan akal
demi semunya keselamatan yang dijanjikan gereja. Di sini saya hanya bisa berdoa
semoga Allah melembutkan hati mereka agar mudah menerima Islam. Dan semoga Allah melindungi anak cucu kita
dari kesesatan agama mereka. Amiin, ya rabbal ‘alamiin.
APAKAH ANDA MEMILIKI KASIH TERHADAP ALLAH?
BalasHapusKESAKSIAN YESUS TENTANG DIRINYA
Yohanes 5:19-47 (TB) Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.
Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.
Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.
Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,
supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.
Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.
Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.
Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,
dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.
Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.
Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar;
ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar.
Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran;
tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan.
Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.
Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.
Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat,
dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya.
Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,
namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.
Aku tidak memerlukan hormat dari manusia.
Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah.
Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia.
Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?
Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu.
Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku