Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Mengapa Al-Quran Diragukan Sebagai Firman Allah

Ada tiga agama yang disebut "agama dari Abraham," yaitu, Yahudi, Kristen, dan Islam.  Agama Yahudi memakai Kitab Tanakh [Taurat dan Nabi]. Pengikut Kristen memakai Kitab Perjanjian Baru. Pengikut Islam memakai Al-Quran. Masing-masingnya mengakui Nabi Abraham. Namun,  melihat Firman Allah dengan cara pandang yang berbeda.

Agama Yahudi - Tanakh

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Ada dua puluh orang nabi yang diwahyukan Allah menulis Tanakh dalam waktu lebih dari 1,000 tahun. Dalam prosesnya, setiap wahyu baru harus dicek dengan wahyu yang telah diterima menjadi Firman Allah. Misalnya, Musa menulis Taurat dan menceritakan tentang Abraham. Kehidupannya sering dirujuk sebagai contoh oleh nabi lainnya. Umat Yahudi percaya, kisah Abraham harus berjalan beriringan. Demikianlah, dalam Tanakh, ada ratusan ribu persetujuan antara ayat satu dan yang lain. Walaupun Tanakh ditulis selama 1,000 tahun, tidak ada wahyu yang merubah atau mengoreksi dari wahyu yang sebelumnya. “Menurut hukum-hukum-Mu semuanya itu ada sekarang, sebab segala sesuatu melayani Engkau” (Kitab Mazmur 119:91).

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus memang selalu mengatakan bahwa Bible Perjanjian Lama di tulis oleh Nabi-Nabi. Tetapi kalau ditanyakan bukti perkataan mereka, kafir Kristen pemuja Yesus akan sangat kesulitan untuk menjawabnya. Mereka tidak pernah dapat menjawab karena tidak pernah disiapkan agar dapat menjawab. Selama ini mereka hanya percaya Bible adalah firman Tuhan yang ditulis oleh Nabi-nabi tanpa mereka ketahui siapa penulisnya dan bagaimana Bible ditulis. Saya pernah membeli sebuah buku Kristen yang berjudul “Bibliologi”. Tujuan saya membeli buku ini adalah untuk mengetahui sejarah bagaimana Bible ditulis dan siapa penulisnya. Pada halaman 29 dari buku ini, terdapat bab yang membahas tentang penulisan Al-Kitab, tetapi saya tidak menemukan apa yang ingin saya ketahui. Dalam bab tersebut tidak terdapat penjelasan bagaimana kitab-kitab dalam Bible untuk pertama kalinya ditulis dan siapa saja penulisnya. Dalam bab ini hanya ada penjelasan tentang bahan-bahan yang digunakan untuk menulis dan huruf-huruf yang digunakan.

Jadi sangat jelas bahwa untuk menjelaskan bagaimana Bible ditulis dan siapa saja penulisnya, pihak Kristen walaupun dia lulusan sekolah tinggi teologi sekalipun seperti penulis buku tersebut, tidak akan pernah mampu melakukannya. Bible Perjanjian Lama di percaya ditulis oleh para Nabi, tetapi tidak satu pun di antara ayat-ayatnya yang menceritakan bagaimana Nabi Musa atau Nabi-Nabi lainnya menulis sebuah kitab. Itu membuktikan bahwa kitab-kitab yang ada dalam Bible Perjanjian Lama ditulis bukan oleh Musa atau Nabi-nabi lainnya. Kitab-kitab dalam Bible Perjanjian Lama itu ditulis oleh orang-orang yang hidup jauh dari masa Nabi-nabi tersebut hidup. Itulah sebabnya mengapa Bible Perjanjian Lama dapat menceritakan kapan dan bagaimana Musa atau Nabi-nabi lainnya mati, tidak mungkin Musa atau Nabi-nabi lainnya menuliskan kematiannya sendiri, kecuali kalau Bible Perjanjian Lama ditulis oleh orang-orang selain mereka.

Gambaran Kaitan Pasal-Pasal Kitab Kejadian dengan Ucapan Semua Nabi Yahudi



Di sebelah kiri, “Gen” adalah singkatan untuk “Kitab Kejadian,” ditulis Musa. Di sebelah kanan, “OT” adalah singkatan untuk semua buku dalam Tanakh. Setiap garis hijau adalah persetujuan atau kutipan dari ayat Kejadian yang dirujuk tulisan nabi yang lain.

Agama Kristen - Perjanjian Baru

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Kitab Suci Kristen disebut Perjanjian Baru. Diwahyukan selama 50 tahun kepada sembilan rasul keturunan Yahudi. Nabi Kristen memandang Tanakh sebagai firman Allah yang tidak dapat dirubah. Mereka juga tetap melanjutkan tradisi Yahudi tentang wahyu Allah. Isa Al-Masih sendiri sering mengutip tulisan dari Tanakh. Dia berkata, “Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi” (Injil, Rasul Besar Matius 5:18).

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Perjanjian Baru diwahyukan selama 50 tahun kepada sembilan rasul, ini pernyataan yang menyesatkan. Perjanjian Baru ditulis oleh orang-orang yang tidak dikenal, bukan ditulis oleh murid-murid Yesus. Penulisan Perjanjian Baru di dasarkan atas penyelidikan terhadap “saksi-saksi” (Lukas 1:3), bukan berdasarkan wahyu seperti yang mereka katakan. Bagaimana mungkin Perjanjian Baru diwahyukan, kalau yang menulis kitab-kitab Perjanjian Baru bukanlah seorang Nabi. Pada awalnya Perjanjian Baru khususnya Injil-Injil, dikenal sebagai kisah rakyat yang baru sekitar tahun 200 M, secara perlahan-lahan muncullah upaya untuk menjadikan kitab-kitab itu sebagai kitab suci. Tanakh telah ada jauh sebelum kitab-kitab Perjanjian Baru, sangat mudah bagi para penulis kitab-kitab Perjanjian Baru untuk mengutip sebagian isi Tanakh ke dalam kitab-kitab karangan mereka. Jadi bukan sesuatu yang istimewa jika kitab-kitab Perjanjian Baru terdapat kutipan-kutipan Tanakh. Agama Kristen tidak punya seorang Nabi. Perjanjian Baru hanya menceritakan satu orang Nabi, yaitu Yesus dan dia pun Nabi Yahudi bukanlah Nabi Kristen.

Kaitan Para Rasul Perjanjian Baru dengan Isi Tanakh Yahudi




“Gen” adalah Kejadian. Di sebelah kanan, “NT” adalah singkatan untuk Perjanjian Baru. Setiap garis hijau adalah persetujuan atau kutipan dari Nabi Musa yang dirujuk nabi-nabi Kristen.

Setujukah Al-Quran dengan Tulisan Para Nabi Sebelumnya?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Al-Quran seringkali merujuk nabi-nabi Yahudi dan Kristen, terutama Nabi Abraham dan Kalimat Allah, Al-Masih. Setidaknya ada kira-kira lima puluh cerita dari Tanakh dan Perjanjian Baru / Injil yang dirujuk. Bahkan salah satu ayat Al-Quran mengatakan  “Dia menurunkan Al Kitab (AlQur'an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil” (Qs 3:3). Namun, ada perbedaan antara Muhammad dan nabi-nabi yang sebelumnya. Muhammad tidak mengutip Tanakh atau Perjanjian Baru secara teliti. Justru apa yang diceritakan dalam Al-Quran berbeda dibandingkan Taurat dan Injil.  Sungguh membingungkan, bukan?

Jawaban Saya: Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang bersesuaian dengan Taurat, seperti misalnya Al-Qur’an menceritakan juga tentang bujukan Iblis agar Adam dan Hawa memakan buah yang dilarang Tuhan, Al-Qur’an menceritakan juga tentang banjir bandang Nabi Nuh, Al-Qur’an menceritakan juga bagaimana istri Firaun menemukan Musa, dan masih banyak lagi. Hanya ada beberapa “kekurangan” Al-Qur’an, yaitu tidak terdapatnya kisah-kisah cabul para Nabi, tidak adanya dongeng-dongeng dan cerita-cerita sejarah bangsa Israel yang seperti disebutkan dalam Perjanjian Lama. Kesamaan Al-Qur’an dengan Perjanjian Lama yang tidak detail ini saja sudah dikatakan oleh kafir Kristen bahwa Al-Qur’an mencontek isi Perjanjian Lama, bagaimana lagi kalau yang ada dalam Al-Qur’an detail sama seperti Perjanjian Lama? Kalau Al-Qur’an tidak sama dengan isi Bible, mereka katakan Al-Qur’an bukan firman Allah. Tetapi kalau Al-Qur’an sama dengan isi Bible, mereka katakan Al-Qur’an mencontek Bible. Bagaimana pun keadaannya, orang kafir akan tetap mendustakan Al-Qur’an.        

Berita Utama dalam Kitab Allah

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Artikel ini membahas kejernihan wahyu Allah. Namun demikian, janganlah kita melupakan berita utama yang termuat dalam kitab-kitab ini. Yaitu, Isa Al-Masih datang ke dunia sebagai “rahmat dari Allah”! (Qs 19:21). Tanakh mencatat “segala kejahatan kita ditimpakan kepada Dia” (Kitab Nabi, Yesaya 53:6). Injil dengan jelas menekankan “Isa menanggung dosa kita dan menjadi Juru selamat Dunia” (Injil, 1 Petrus 2:24, 3:18).  Saudara diundang menerima keselamatan yang disediakan-Nya.


Jawaban Saya: Allah swt menyebut kelahiran Nabi Isa as sebagai rahmat karena Nabi Isa as akan dijadikan seorang Nabi yang menyuruh bangsa Israel untuk menyembah hanya kepada Allah swt semata. Mengenai nubuat yang ada di Yesaya 53:6, lebih baik baca sampai dengan ayat 10. Karena pada ayat tersebut dikatakan “ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut”. Yesus tidak memiliki keturunan dan umurnya tidak lanjut usia, jadi mana mungkin nubuat Yesaya 53:6 ditafsirkan untuk Yesus.  

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Mengapa Al-Quran Diragukan Sebagai Firman Allah"

Posting Komentar

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.