Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Salah Paham Pakar Islam dengan Ketuhanan Isa Al-Masih

“Dimanakah dalam Injil Isa Al-Masih menyebut diri-Nya Allah? Isa bukan Tuhan!” Pengunjung situs IDI, khususnya Muslim, sering menuliskan komentar seperti di atas. Pertanyaan yang bagus dan layak ditanggapi. Semoga artikel ini menolong penganut agama Islam mengerti mengenai keilahian Isa Al-Masih.

Ramalan Mulia Nabi Besar Danial (Daniyyel)

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Allah memberi ramalan tentang akhir jaman pada Nabi Danial, 550 tahun sebelum Isa lahir. “Aku . . . melihat . . . datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia . . . orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepada-Nya. Kekuasaan-Nya . . . kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaan-Nya . . .  tidak akan musnah” (Kitab Danial 7:13-14). 

Dalam ayat-ayat suci ini kita melihat Pribadi dengan gelar, “anak manusia.” Siapakah “Anak Manusia” ini? Kita tahu, “Orang-orang dari segala bangsa dan bahasa mengabdi kepada-Nya.” Juga kekuasaan-Nya kekal, kerajaan-Nya tidak akan lenyap.

Jawaban Saya: Nubuat dalam kitab Daniel itu diungkapkan dengan bahasa simbol. Semua tafsiran yang di dapat dari ayat-ayat tersebut sepenuhnya spekulasi yang tidak dapat terjamin kebenarannya. Lagi pula nubuat Daniel pada ayat-ayat tersebut tidak pernah disebutkan bahwa yang dilihat Daniel, baik seorang yang dilihatnya seperti anak manusia atau yang lanjut usia, disebut Tuhan oleh Daniel. Dan kalau anak manusia tersebut di anggap sebagai Yesus, sedangkan yang berusia lanjut di anggap sebagai Bapa, maka runtuhlah teologi trinitas atau tritunggal. Karena dengan jelas disebutkan Yesus dan Bapa adalah dua pribadi yang berbeda, bukan dua pribadi yang esa.

Identifikasi “Anak Manusia”

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Kuasa-Nya kekal! Bukankah hanya Allah yang mempunyai kuasa kekal? Kerajaan-Nya tidak akan lenyap! Bukankah hanya Allah yang mempunyai kerajaan yang tidak akan lenyap? Orang-orang dari segala bangsa mengabdi kepada-Nya. Bukankah manusia hanya boleh mengabdi kepada Allah? Jelas “Anak Manusia” dalam ramalan Nabi Danial adalah Pribadi yang kelihatan seperti manusia tetapi bersifat Ilahi.

Sekarang perhatikan kejadian Isa di pengadilan Yahudi:

“. . .  Imam Besar [Yahudi] itu bertanya kepada-Nya . . . : "Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?" Jawab Yesus: "Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit." (Isa mengutip Kitab Nabi Danial 7:13). Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Untuk apa kita perlu saksi lagi? Kamu sudah mendengar hujat-Nya terhadap Allah. Bagaimana pendapat kamu?" Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan, bahwa Dia harus dihukum mati” (Injil, Rasul Markus 14:61-64).

Mereka menjatuhkan hukuman mati pada-Nya karena Ia menyamakan diri-Nya dengan Allah. Mengapa? Ia menamakan diri-Nya “Anak Manusia.” Walau nabi-nabi lain seperti Nabi Yehezkiel (Hazqiyal) memakai “Anak Manusia” untuk dirinya, mereka tidak mengatakan mereka akan kembali di awan atau semua bangsa akan menyembah mereka. Ramalan ini jelas mengenai kedatangan Isa Al-Masih pada akhir jaman.

Jawaban Saya: Jawab Yesus: "Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit”. Kalau ini hanyalah kutipan Yesus dari Kitab Daniel, untuk apa orang Yahudi memutuskan untuk menghukum Yesus? Bukankah mereka tahu kalau itu hanya kutipan dari kitab Daniel?! Orang Yahudi memutuskan untuk menghukum Yesus dengan tuduhan bahwa Yesus telah menyamakan dirinya dengan Allah. Itu adalah salah satu dari sekian banyak tuduhan palsu kepada Yesus agar mereka dapat menghukumnya. Yesus sendiri tidak pernah menyamakan dirinya dengan Allah atau menyebut dirinya sebagai Allah. Orang Yahudi menuduh Yesus menghujat Allah bukan karena dia menyebut dirinya anak manusia, Orang Yahudi menuduh Yesus menghujat Allah karena dia menyebut dirinya Mesias anak Allah.

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus di anggap menghujat Allah oleh orang-orang Yahudi karena menyebut dirinya "anak manusia". Kafir Kristen pemuja Yesus menganggap pernyataan Yesus sebagai "anak manusia" sama dengan menyebut dirinya Allah. Anggapan kafir Kristen pemuja Yesus tersebut sepenuhnya tidak benar. Orang-orang Yahudi menganggap Yesus menghujat Allah bukan karena ucapannya yang menyebut dirinya anak manusia. Orang-orang Yahudi menganggap Yesus menghujat Allah adalah karena Yesus menyatakan akan duduk disebelah kanan Allah. Hal tersebutlah yang di anggap oleh orang-orang Yahudi menghujat Allah. Selain dalam Markus 14:61, pada ayat-ayat lainnya, Yesus juga menyebut dirinya "anak manusia" di hadapan orang-orang Yahudi. Tetapi orang-orang Yahudi tidak sekalipun menganggap Yesus menghujat Allah dengan pernyataannya. Hal tersebut membuktikan, tuduhan menghujat Allah dari orang-orang Yahudi kepada Yesus dalam Markus 14:61, tidak terkait ucapan "anak manusia" oleh Yesus. Perhatikan penyataan Yesus sebagai "anak manusia" pada ayat-ayat di bawah ini;

Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi." Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." (Matius 8:19-20)

Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu." Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. (Matius 12:38-40) 

Dalam Injil Suci Nama “Anak Manusia” adalah Sinonim untuk “Tuhan”

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Kafir Kristen pemuja Yesus: Isa Al-Masih menyebut diri-Nya “Anak Manusia” puluhan kali dalam Injil Allah. Ia memakai gelar ini karena Ia-lah Tuhan [Mesias] yang mendiami tubuh manusia.

Tentang kebangkitan-Nya Dia berkata, “Anak Manusia akan tinggal tiga hari tiga malam di dalam perut bumi.” Isa pernah menanyakan para murid-Nya, “. . . Anak Manusia itu siapa?” Rasul Besar Petrus menjawab, “. . . Anak Allah yang hidup.” Isa memuji Petrus dengan mengatakan bahwa Allah menyatakan jawaban benar ini kepadanya. Dalam ayat suci lain, Isa Al-Masih berkata tentang diri-Nya, “. . . Anak Manusia . . . datang untuk . . . menyerahkan nyawa-Nya untuk membebaskan [dari belenggu] dosa banyak orang” (Injil Rasul Besar Matius 12:40, 16:13, 20:28).

Setiap kali Isa menyebut diri-Nya “Anak Manusia,” sekaligus Ia memproklamasikan diri-Nya sebagai Tuhan. Jadi, orang Islam dapat yakin bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan.

Jawaban Saya: Lucu, Yesus yang tidak pernah mengatakan dirinya Tuhan, di anggap oleh kafir Kristen pemuja Yesus memproklamasikan dirinya sebagai Tuhan dengan menyebut dirinya anak manusia. Walaupun kafir Kristen pemuja Yesus menganggap dalam Injil sebutan anak manusia adalah sinonim untuk Tuhan, tetapi tidak satu pun ayat dalam Injil Perjanjian Baru yang menyebut dengan jelas anak manusia adalah Tuhan. Bahkan dalam Bible Perjanjian Lama, anak manusia hanya berarti manusia. Anak manusia bukanlah Tuhan dan Tuhan bukanlah anak manusia, ayatnya sangat jelas masih dapat kita baca sampai hari ini;

Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya? (Bilangan 23:19) 

Yesus berulang kali menyebut dirinya anak manusia, artinya dia ingin menyatakan bahwa dirinya bukanlah Tuhan, tetapi hanya manusia biasa. Umat Islam semakin yakin Yesus bukanlah Tuhan, dia hanyalah manusia biasa yang dipertuhankan oleh orang-orang yang kurang waras akalnya. Al-Qur'an juga dengan sangat tepat menyebut Yesus sebagai Isa putera Maryam, "anak manusia", berikut ayatnya;

(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: "Hai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?." Isa menjawab: "Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman." (Al Maa'idah: 112)
  
Pakar Agama: “Mengapa ‘Anak Manusia’ (Tuhan) Masuk Dunia Kita?”

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Satu ketika Isa Al-Masih menyembuhkan orang lumpuh. Isa berkata kepadanya, “Dosamu sudah diampuni.” Tambahan-Nya, “Anak Manusia [Tuhan] berkuasa mengampuni dosa” (Injil, Rasul Markus 2:9-10). Tujuan utama “Anak Manusia” datang dari sorga ke dunia, ialah untuk mengampuni dan menyelamatkan saya dan Anda dari dosa. Ia menyediakan jalan pengampunan melalui penyaliban-Nya!


Jawaban Saya: Bukan hanya Yesus saja yang dapat mengampuni dosa, semua manusia juga dapat mengampuni dosa. Itulah sebabnya Yesus mengajarkan agar dapat mengampuni kesalahan atau dosa orang lain. Kalau Yesus mengajarkan murid-muridnya untuk mengampuni orang lain, itu artinya mereka juga berkuasa mengampuni orang lain.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Salah Paham Pakar Islam dengan Ketuhanan Isa Al-Masih"

Posting Komentar

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.