Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Benarkah Al-Quran, "Isa Terkemuka Di Dunia Dan Akhirat?

Burj Khalifa (828 meter) adalah gedung tertinggi di dunia. Gelar “ter”- tinggi itu cocok  untuknya, karena mengalahkan gedung-gedung tinggi lainnya. Seperti Shanghai Tower, China (632 meter), Abraj Al-Bait Clock Tower, Saudi Arabia (601 meter) dan lainnya. Al-Quran memberi Isa gelar “terkemuka di dunia dan akhirat.”Apakah Dia memang melebihi nabi-nabi lainnya? Memahami kesaksian Wahyu Allah kita akan mengetahui kebenarannya.

Al-Quran dan Makna Isa Terkemuka di Dunia dan Akhirat

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Menurut Al-Quran “. . . Al-Masih ‘Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat . . .” (Qs 3:45). Muhammad Pickthall menterjemahkan kata “terkemuka” dengan “Illustrious” [termasyur, amat terkenal] . . . dalam Al-Quran Inggrisnya. Makna  Isa terkemuka di dunia dan akhirat “. . . di antaranya mampu memberikan syafaat kepada orang-orang beriman” (Tafsir Jawâmi’ al-Jâmi’, jilid 1, hal. 175). Gelar “terkemuka di dunia dan akhirat” hanya diberikan kepada Isa, bukan kepada para nabi lainnya. Gelar itu membuktikan kalau Isa melebihi para nabi lainnya.

Jawaban Saya: (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah) (Ali 'Imran: 45)

Memang Al-Qur’an menyebut Nabi Isa terkemuka (Arab: wajiha), tetapi bukan hanya Nabi Isa AS saja yang mendapat sebutan “wajiha”. Nabi Musa dalam Al-Qur’an (Al-Ahzab: 69) juga memperoleh sebutan “wajiha” yang berarti terkemuka, terhormat atau dimuliakan. Jadi kalau kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa hanya Nabi Isa AS saja yang di sebut “wajiha” (terkemuka), mereka salah besar. Nabi Isa AS terkemuka di dunia maksudnya Beliau mempunyai kedudukan di sisi Allah ketika di dunia, karena wahyu diturunkan oleh Allah kepadanya berupa syariat agama, dan Allah menurunkan Al-Kitab kepadanya serta hal-hal lainnya yang dianugerahkan Allah kepadanya. Sementara itu terkemuka di akhirat maksudnya di akhirat nanti dia dapat memberi syafaat di sisi Allah terhadap orang-orang yang diizinkan-Nya untuk diberi syafaat. Lalu Allah menerima syafaatnya. Kedua sebab tersebut, yaitu diberi wahyu berupa syariat agama ketika di dunia dan akan dapat memberi syafaat ketika di akhirat, juga dimiliki oleh Nabi-nabi Allah Subhanahu wa Ta'ala lainnya, tidak terkecuali Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasalam.

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Nabi Isa AS mampu memberikan syafaat, itu tidak benar. Karena semua Nabi (termasuk Isa AS) menyegerakan doanya di dunia dan hanya Nabi Muhammad SAW yang menyembunyikan doanya sebagai syafaat bagi umatnya di akhirat nanti. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits shahih: “Setiap Nabi memiliki doa yang mustajab (yang di terima/dikabulkan Allah SWT), maka setiap nabi menyegerakan doanya, dan sesungguhnya aku menyembunyikan doaku sebagai syafa'at bagi umatku pada hari kiamat. Dan insya Allah syafa'atku akan mencakup orang yang mati dari kalangan umatku yang tidak mensyirikkan Allah dengan sesuatu apa pun.” (Shahih Muslim: 296).  

Oleh karena itu, ketika orang-orang di akhirat nanti menemui Nabi Isa AS untuk dapat memperoleh syafaat darinya, Nabi Isa AS berkata bahwa dirinya tidak dapat memberi syafaat dan menyuruh mereka untuk mendatangi Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana Hadits shahih di bawah ini;

Lantas Anas berkata, "Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam telah menceritakan kepada kami, beliau bersabda: "Jika hari kiamat tiba, maka manusia satu sama lain saling bertumpukan...Maka mereka pun mendatang Isa. Namun Isa juga berkata, 'Maaf, aku tak berhak untuk itu, namun cobalah kalian temui Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.' Mereka pun mendatangiku sehingga aku pun berkata: "Aku kemudian meminta ijin Tuhanku dan aku diijinkan, Allah mengilhamiku dengan puji-pujian yang aku pergunakan untuk memanjatkan pujian terhadap-Nya, yang jika puji-pujian itu menghadiriku sekarang, aku tidak melafadkan puji-pujian itu. Aku lalu tersungkur sujud kepada-Nya, lantas Allah berfirman 'Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, katakanlah engkau akan didengar, mintalah engkau akan diberi, mintalah keringanan engkau akan diberi keringanan.' Maka aku menghiba 'Wahai tuhanku, umatku-umatku.' Allah menjawab, 'Berangkat dan keluarkanlah dari neraka siapa saja yang dalam hatinya masih terdapat sebiji gandum keimanan.' (Shahih Bukhari: 6956)

Penjelasan Hadis dan Injil Soal Hakekat Isa

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Bukti bahwa Isa terkemuka di dunia dan akhirat ialah keilahian-Nya. Wahyu Allah mengakui, Isa “. . . adalah Firman [Kalimatullah]; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1). Tepatlah Hadis menyaksikan “Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan Firman-Nya” (Hadis Anas bin Malik hal.72).

Jawaban Saya: Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. (An Nisaa': 171)

Sesungguhnya Isa Al-Masih itu hanyalah seorang hamba Allah SWT  dan makhluk yang diciptakan-Nya. Allah berfirman kepadanya, "Jadilah kamu," maka jadilah dia. Isa Al-Masih hanyalah utusan-Nya dan kalimat-Nya yang Allah sampaikan kepada Maryam. Isa Al-Masih dipanggil  “Kalimatullah” disebabkan oleh proses kejadian ‘Isa AS sendiri yang diciptakan hanya dengan kalimat “kun” (jadilah) tanpa proses hubungan biologis pria dan wanita sebagaimana manusia lainnya. Proses kejadian ‘Isa adalah sama seperti kejadian Adam yang tiada berbapa atau beribu, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Sesungguhnya misal (penciptaan) ‘Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. (Ali Imran: 59).

Maka di sini jelaslah kepada kita bahwa Al-Qur’an tidak pernah menganggap ‘Isa Al-Masih itu adalah Allah, malah memandangnya sebagai seorang manusia biasa, sama seperti Adam AS. Jika kafir Kristen pemuja Yesus masih ngeyel mengatakan bahwa Al-Qur’an membenarkan doktrin sesat Kristen bahwa Isa adalah tuhan Allah, maka dengan menggunakan metodologi mereka sendiri, kita perlu menambah seorang lagi ke dalam doktrin Trinitas mengikut ayat di atas, yaitu Nabi Adam AS, karena beliau juga terjadi dengan “kalimat Allah”, yaitu “kun” (jadilah)!

Kafir Kristen pemuja Yesus mengutip kalimat yang mereka sebut hadits dari Anas bin Malik: “Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan Firman-Nya”. Kalimat tersebut tidak dapat saya temukan dalam hadits mana pun. Al-Qur’an menyebut Isa diciptakan dengan jalan meniupkan roh ke dalam rahim Maryam (An Nisaa': 171). Penciptaan Isa yang seperti itu tidak berbeda dengan penciptaan manusia pada umumnya. Allah SWT berfirman; Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (As Sajdah: 9)


Ayat berikut tidak ada di situs Kristen. Tetapi karena ayat ini juga tidak jarang jadi pertanyaan kafir Kristen pemuja Yesus, maka ada baiknya saya jawab juga:

“Maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. (Maryam: 17)

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa ruh Allah yang menjelma menjadi manusia pada ayat di atas adalah Yesus. Hampir pasti mereka terinspirasi dengan ayat Injil yang menyatakan firman menjelma menjadi manusia (Yohanes 1:14).

Ruh yang menjelma menjadi manusia sempurna pada ayat tersebut bukanlah Yesus, tetapi Malaikat Jibril yang di utus Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk memberi Maryam seorang anak laki-laki. Turunnya Malaikat Jibril ke hadapan Maryam ini juga dapat kamu temukan dalam Injil Kristen (Lukas 1:28). Jadi yang menjelma menjadi manusia adalah Ruh yaitu Malaikat Jibril (Gabriel). Mustahil Ruh yang menjelma di hadapan Maryam ada Nabi Isa 'Alaihis Salam atau Yesus sendiri. Karena pada ayat yang ke 19, Ruh ini berkata kepada Maryam; "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci". Tidak masuk akal kalau Ruh yang menjelma menjadi Manusia tersebut adalah Yesus. Mana mungkin Yesus menemui ibunya kemudian berkata bahwa dirinya akan memberi seorang anak laki-laki yaitu dirinya sendiri. Penyebutan “manusia yang sempurna” untuk ruh yang menjelma di hadapan Maryam sama sekali bukan dalil ruh tersebut adalah Nabi Isa 'Alaihis Salam atau Yesus. Disebut manusia yang sempurna karena Malaikat Jibril menyerupakan diri sebagai manusia utuh sehingga Maryam tidak mengetahui bahwa dia adalah Malaikat.

Kafir Kristen pemuja Yesus berkata bahwa tidak ada ayat maupun hadits yang menyatakan secara terus terang bahwa Jibril itu adalah Rohullah. Siapa bilang Malaikat Jibril tidak pernah disebut ruh? Malaikat Jibril juga disebut dengan Ruh seperti Asy-Syu'ara: 193-194.

Al-Quran dan Injil Mengakui Isa Berkuasa Mencipta

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Isa adalah Kalimatullah, yang menciptakan dunia. Al-Quran mengakui kuasa mencipta Isa Al-Masih. “ . . . kemudian kamu [Isa Al-Masih] meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku . . ."(Qs 5:110). Sayangnya, kisah ini bersumber dari injil palsu. Isa terkemuka di dunia dan akhirat karena Dia adalah Pencipta. “ . . . di dalam Dialah [Isa Al-Masih] telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia [Isa Al-Masih] dan untuk Dia” (Injil, Surat Kolose 1:15).

Jawaban Saya: Hanya orang kurang akal saja yang meyakini Yesus menciptakan dunia. Saya tidak percaya ada orang yang normal akalnya berkata Yesus menciptakan dunia, sementara faktanya Yesus dilahirkan dari rahim perempuan dua ribu tahun yang lalu. Ini bukan menghujat Yesus, tetapi faktanya memang Yesus keluar dari rahim perempuan. Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Al-Qur’an mengakui kuasa mencipta Nabi Isa AS ketika beliau membuat seekor burung dari tanah liat (Al Maa'idah: 110). Mukjizat yang dilakukan oleh para Nabi, termasuk Nabi Isa AS adalah terjadi dengan izin Allah SWT. Allah SWT yang membuat Nabi Isa AS dapat membuat burung dari tanah liat. Tanpa izin dari Allah SWT, Nabi Isa AS tidak akan mampu berbuat apa-apa. Mukjizat-mukjizat dilakukan oleh Allah SWT, sementara Yesus hanya menjadi perantara saja. Perhatikan ayat berikut ini;

Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. (Kisah Rasul 2:22) 

Kafir Kristen pemuja Yesus menyebut kisah Nabi Isa AS yang membuat burung dari tanah liat (Al Maa'idah: 110) berasal dari Injil Palsu. Jika mereka menganggap kisah Nabi Isa AS yang membuat burung dari tanah liat berasal dari Injil palsu, mengapa mereka menjadikannya sebagai bukti kuasa Nabi Isa AS?

Kolose itu surat kiriman Paulus dan Paulus sendiri telah mengakui segala ucapannya bukan menurut firman Tuhan, tetapi ucapan seorang yang bodoh: Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah (2Korintus 11:17). Jadi tidak ada gunanya terus-terusan mempercayai ucapan Paulus.  

Pengakuan Hadis dan Injil, Isa Adalah Hakim Akhir

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Hadis mengakui Isa Al-Masih adalah Hakim yang Adil. “Sungguh-sungguh akan datang kepada kamu Isa, Putera Maryam sebagai Hakim Yang Adil” (Hadist Bukhari 1090). Wahyu Allah telah menyatakan bahwa Isa adalah Hakim semua manusia. “Dialah [Isa Al-Masih] yang . . . menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati” (Injil, Kisah Para Rasul 10:42).

Jawaban Saya: Memang benar hadits shahih menyatakan Nabi Isa AS akan turun untuk menjadi hakim yang adil. Namun tujuan Nabi Isa AS turun ke dunia bukan hanya untuk menjadi hakim yang adil, tapi juga mematahkan salib, membunuh babi dan menghapuskan jizyah. Keterangan Nabi Muhammad saw tentang turunnya Nabi Isa AS yang akan mematahkan salib, membunuh babi dan menggugurkan jizyah tentu saja diragukan oleh kafir Kristen pemuja Yesus. Padahal keterangan mengenai datangnya Nabi Isa AS untuk mematahkan salib, membunuh babi dan menggugurkan jizyah bersumber dari hadits yang sama tentang Nabi Isa AS yang akan menjadi hakim yang adil. Keterangan tentang turunnya Nabi Isa AS yang akan mematahkan salib, membunuh babi dan menggugurkan jizyah diragukan oleh kafir Kristen pemuja Yesus, sementara kedatangan Nabi Isa AS untuk menjadi hakim yang adil mereka percaya, padahal semuanya itu bersumber dari satu hadits. Itulah bukti kemunafikan kafir Kristen pemuja Yesus.

Abu Hurairah mengatakan, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya! Sungguh, kedatangan Isa bin Mariam kepada kalian untuk menjadi hakim secara adil akan segera tiba. Dia akan mematahkan salib, membunuh babi serta menghapuskan jizyah (dari orang kafir). Harta akan melimpah ruah, sehingga tidak ada seorang pun yang ingin menerimanya." (Shahih Muslim: 220)

Hadits shahih menyebutkan Nabi Isa AS akan menjadi hakim yang adil, itu benar, tetapi yang dimaksud menjadi hakim yang adil di sini adalah menjadi pemutus perkara umat Islam yang hidup di dunia, bukan menghakimi manusia setelah kiamat kemudian menentukannya masuk surga atau masuk neraka seperti tertulis dalam Bible Perjanjian Baru.

Sesuaikah Isa Bergelar “Terkemuka di Dunia dan Akhirat”?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Karena Isa adalah Allah, Pencipta dan Hakim Yang Adil di akhirat, maka layak bergelar terkemuka di dunia dan akhirat, bukan? Dan ada satu hal lagi yang sangat indah, Isa juga berkuasa menjamin hidup kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.


Jawaban Saya: Nabi Isa AS bukanlah Allah SWT. Nabi Isa AS tidak pernah mengatakan dirinya Allah, baik dalam Al-Qur’an atau dalam Bible Perjanjian Baru. Nabi Isa AS atau Yesus bukanlah pencipta, hanya orang kurang akal saja yang mengatakan Nabi Isa AS atau Yesus pencipta. Nabi Isa AS menjadi hakim yang adil ketika di dunia, bukan di akhirat seperti sebutkan dalam Bible Perjanjian Baru. Nabi Isa AS tidak mempunyai kuasa untuk memberi syafaat, apalagi berkuasa menjamin hidup kekal orang-orang yang memujanya. 

Subscribe to receive free email updates:

7 Responses to "Benarkah Al-Quran, "Isa Terkemuka Di Dunia Dan Akhirat?"

  1. Nt nulis kristen kafir emangnya pengertian kafir itu apa sih bang.? Kita ini orang berdosa semua jadi ngak perlu menyebut orang lain kafir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jawaban bisa lihat di sini: https://www.menjawabkristen.net/2014/06/benarkah-al-quran-tidak-setuju-kristen.html atau https://www.menjawabkristen.net/2019/04/jangan-menyebut-non-muslim-kafir-mengapa.html

      Hapus
  2. Ngomongnya kofar kafir...ehhh yg kafir yg malah masuk sorga��...
    semua org islam akan masuk neraka ituuuu kata alquran loohhh����...ingattt semuaaaa org islam masuk neraka...ingat yg dikatakan alquran yaaa����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, mana ada orang kafir masuk sorga, nih ayatnya Allah menjanjikan neraka buat orang-orang kafir Ahli kitab Yahudi dan Nsrani/Kristen: Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (Al-Bayyinah: 6).

      Tuduhan semua Muslim masuk neraka sudah saya jawab di blog ini, tinggal ketik "Maryam: 71" di pencarian, atau lihat jawaban saya di channel Youtube saya ini, https://youtu.be/brFp22cGOJU

      Hapus
  3. Dalam QS 3:55 pengikut Isa.Almasih atau Isa Ibnu Maryam bukanlah orang kafir. Jadi hati2 ngomong kafir semua orang yang mengikuti Isa.Almasih juga adalah orang mukmin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengikut Isa Almasih atau Isa Ibnu Maryam tidak menyembah kepada yang di ikutinya. Pengikut Isa Almasih atau Isa Ibnu Maryam yang sejati menyembah Allah yang ahad. Kalau ada orang yang menyembah Pengikut Isa Almasih atau Isa Ibnu Maryam itu sesungguhnya pengikut Paulus, Bukan pengikut Pengikut Isa Almasih atau Isa Ibnu Maryam. Lihat saja dirimu, kalau kamu tergolong penyembah Isa Almasih atau Isa Ibnu Maryam, kamu KAFIR berdasarkan ayat-ayat berikut:

      Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam." Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?." Kepunyaan Allah lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al Maa'idah: 17)

      Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun. (Al Maa'idah: 72)

      Hapus
    2. Setuju karena Bapak menuliskan sumber untuk mengklasifikasikan siapa yang kafir. Matius 3:17 menuliskan suatu peristiwa di mana Bapa menyatakan pengakuanNya mengenai siapa itu Yesus "Inilah AnakKu yang Kukasihi kepadaNyalah Aku berkenan" dan kemudian turunlah Roh Kudus ke atas kepala Yesus seperti rupa burung merpati. Semua ini terjadi sewaktu Yesus dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan. Pengakuan bukan dari manusia, tapi dari alam supernatural. Oleh karena itu, gelar Messiah dan peran Juruslamat dan Hakim, yang tidak biasa disematkan kepada Yesus karena memang Dia bukan dari dunia ini seperti pengakuan Yesus sendiri Yoh.8:23 dan Yoh.17:16

      Hapus

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.