Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Nama Allah adalah Hasil Akal-Akalan Nabi Muhammad?

Kafir Kristen pemuja Yesus menganggap nama Allah SWT adalah nama Tuhan hasil akal-akalan Nabi Muhammad SAW. Mereka mengatakan demikian hanya karena Allah SWT tidak pernah memperkenalkan namanya secara langsung. Kafir Kristen pemuja Yesus rupanya tidak tahu, kalau nama Allah telah dikenal sebagai nama Tuhan oleh bangsa Arab jauh sebelum ada Islam, jauh sebelum Nabi Muhammad SAW lahir dan di angkat sebagai seorang Nabi. Orang-orang Arab yang beragama Yahudi, beragama Nasrani dan para penyembah berhala yang hidup jauh sebelum Islam datang, telah mengenal Allah sebagai nama Tuhan dan menggunakan nama tersebut untuk berbagai macam bentuk upacara keagamaan. Nabi Muhammad SAW lahir dan di utus sebagai Nabi bukan untuk memperkenalkan nama Tuhan yang baru. Itulah sebabnya orang-orang Yahudi, Nasrani dan para pemuja berhala tidak pernah sekalipun mempermasalahkan ketika Nabi Muhammad SAW menggunakan Nama Allah sebagai nama Tuhan. Jika nama Allah bukanlah nama Tuhan yang valid, maka yang pertama kali mempermasalahkannya adalah orang-orang Yahudi, Nasrani dan para pemuja berhala yang hidup 1400 tahun yang lalu, bukan orang kafir yang lahir baru kemarin. 

Sumber artikel memang berasal dari situs berbahasa asing yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Karena artikel berasal dari situs berbahasa asing, maka dapat dipastikan para penulisnya juga orang-orang kafir dari Barat. Mereka tidak tahu kalau nama Allah juga digunakan oleh saudara-saudara mereka yang tinggal di Indonesia atau di tempat lain seperti Malaysia dan negara-negara Arab. Sehingga mereka dengan gampangnya mengatakan nama Allah adalah nama Tuhan hasil akal-akalan Nabi Muhammad SAW. Artikel yang mereka tulis, bukan hanya menyerang kami yang Muslim, tetapi juga menyerang saudara-saudara mereka yang Kristen. Karena dengan mereka menyatakan nama Allah adalah hasil akal-akalan Nabi Muhammad SAW, itu sama saja dengan menuduh saudara-saudara mereka yang seiman menggunakan nama Tuhan akal-akalan Nabi Muhammad SAW. Sejujurnya, umat Islam tentu lebih senang jika seandainya nama Allah hanya boleh digunakan untuk agama Islam. Hal tersebut untuk menghindarkan dari segala kesalahan dalam penggunaan nama Allah oleh orang-orang Kristen. Namun orang-orang Kristen Indonesia pasti akan protes jika umat Islam mengupayakan penggunaan nama Allah hanya untuk agama Islam saja, seperti yang terjadi ketika pemerintah Malaysia melarang penggunaan nama Allah oleh selain Muslim.

Kafir Kristen pemuja Yesus juga menuduh Nabi Muhammad SAW mengganti nama Tuhan yang dikenal oleh bangsa Israel (Yahweh) dengan nama Allah yang menurut mereka nama itu adalah nama dewa bulan. Di sini sekali lagi kafir Kristen pemuja Yesus secara tidak langsung menuduh saudara-saudara mereka yang seiman. Karena dengan mengatakan Allah adalah nama dewa bulan, itu artinya kafir Kristen pemuja Yesus menuduh saudara-saudara mereka menyembah dewa bulan dan Yesus adalah anaknya dewa bulan. Nama Yahweh memang digunakan oleh sebagian kafir Kristen sebagai nama Tuhan. Tetapi menurut situs Kristen yang pernah saya baca, nama Yahweh bukanlah nama Tuhan yang sahih. Penulis dalam situs tersebut menyatakan bahwa kata “Yahweh” sebagai pengucapan dari “YHVH” itu sebenarnya pengucapan yang salah kaprah. Kafir Kristen yang mengucapkan YHVH dengan YAHWEH dan "memaksa" pengucapan itulah yang paling benar dan cenderung menyalahkan yang tidak menggunakan kata "YAHWEH", padahal pengucapan YAHWEH tidak berasal dari bahasa Ibrani melainkan penyalinan huruf (transliterasi) YHVH ke dalam bahasa Yunani.

Kata YHVH hanya diucapkan satu kali dalam setahun oleh Imam Besar, pada Hari Raya Pendamaian, di dalam Ruang Maha Kudus, dan di hadapan tutup pendamaian yang terletak di atas tabut perjanjian.  Sejak pembuangan ke Babel sekitar tahun 586 sebelum Masehi yang berlangsung selama 70 tahun, tabut perjanjian itu tidak ada sehingga kata YHVH tidak diucapkan lagi sejak saat itu hingga sekarang. Oleh karena itu barangkali karena Imam Besar Yahudi tidak mengajarkan cara mengucapkan kepada keturunannya tidak ada kalangan Yahudi yang mengetahui cara mengucapkan empat huruf YHVH itu dengan tepat. Banyak yang hanya menebak atau menduga bahwa empat huruf ini dibunyikan YAHAVAH, YEHUWA, YAHEVEH, YAHUWEH, YAHAVEH, dan seterusnya, jadi semuanya hanya menduga sehingga akhirnya baik YEHOVAH maupun YAHWEH hanyalah merupakan nama "dugaan".

Oleh karena nama Yahweh bukanlah nama Tuhan yang sahih dan hanyalah nama Tuhan hasil tebak-tebakan, maka tuduhan Nabi Muhammad SAW yang kata mereka mengganti nama Yahweh menjadi Allah adalah tuduhan yang tidak memiliki dasar. Ada baiknya jika kafir Kristen pemuja Yesus dari semua denominasi berkumpul untuk merumuskan nama Tuhan yang sahih. Masak umur agama sudah lebih dari 2000 tahun tetapi nama Tuhan masih belum tahu. Nama Tuhan masih dalam perdebatan tetapi sudah berani menjamin orang Kristen masuk surga, lucu.  

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Nama Allah adalah Hasil Akal-Akalan Nabi Muhammad?"

  1. Allah itu cuma nama gelar doang cuy....

    Mari kita buktikan dari sumber yang bisa dipercaya mengenai arti kata “ALLAH" :

    Perkataan dewa atau zat yang disembah oleh manusia dalam bahasa Arab disebut “ilah”. Beberapa teori mencoba menganalisa etimologi dari kata “Allah”. Salah satunya mengatakan bahwa kata Allāh (الله) berasal dari gabungan dari kata al- (sang) dan ʾilāh (dewa) sehingga berarti “SANG DEWA”. (Sumber : Wikipedia)

    Penjelasan “ilah”:

    Ilah atau Ma’bud sering juga diartikan sebagai “tuhan”, namun sebenarnya arti Ilah adalah “SEGALA SESUATU YANG DIABDI, DITAATI, ATAU DISEMBAH” Ilah bisa berupa manusia, BARANG, kesenangan atau hal-hal yang mendatangkan kesenangan maupun ketenangan, jadi arti Ilah TIDAK BISA DISAMAKAN DENGAN “tuhan”.
    (Sumber: Wikipedia)

    Berdasarkan penjelasan Wikipedia, maka kata “ALLAH” berasal dari gabungan kata:

    Al artinya Sang

    +

    Ilah artinya Segala sesuatu yang diabdi, ditaati dan disembah

    Kata “Allah” yang tercantum adalah title atau sebutan atau gelar. Seperti bila kita menyebut seseorang dengan “Tuan”, “Nyonya”, “Ibu”, “Bapak”.

    Jadi kata “ALLAH” BUKAN NAMA SANG PENCIPTA ALAM SEMESTA ASLI, tapi hanya merupakan gelar atau title saja, BERHALA juga bisa termasuk kategori “Allah”, karena berhala bisa disembah dan “ilah” bukan Tuhan.

    Umat Muslim hanya menyembah ALLAH YANG TANPA NAMA, bisa menyembah BERHALA atau APAPUN alias TIDAK JELAS...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wikipedia bukan sumber terpercaya, apalagi kalau arti kata “ALLAH" yang ditulis di wikipedia ternyata hanya terbatas TEORI semata. Allah adalah nama, ada banyak ayat Al-Qur'an yang menyatakannya. Karena "Allah" adalah nama maka ia tidak tersusun dari kata-kata tertentu. Ilah di artikan dewa, ini juga salah karena orang Arab tidak pernah mengenal adanya dewa-dewa.

      Nama Allah digunakan juga oleh orang-orang Kristen Indonesia sebagai nama Tuhan mereka. Kalau mau mengatakan Allah berarti sang dewa, maka pastikan terlebih dahulu orang-orang Kristen tidak menggunakan juga nama Allah. Terlihat aneh jadinya, mengatakan Allah berarti sang dewa, tapi kalian yang Kristen masih juga menggunakannya.

      Hapus

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.