Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Apakah Allah Mempunyai Jiwa? Tidak!

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Apakah Allah berjiwa? Ya! Manusia diciptakan atas gambar Allah (Kejadian 1:27) dan kita berjiwa. Allah roh adanya, tetapi juga jiwa karena dengan jiwa kita berpikir, merasa dan berkehendak. Karena Allah jiwa dan roh adanya, kitapun dapat mengenal Dia dan dapat bersekutu dengan Dia. Isa menyatakan Allah kepada kita (Injil Yohanes 1:18 – lihat mulai 1:1). AjaranNya menyatakan kesucian dan hikmat Allah, kehidupan dan tindakanNya menyatakan kasih Allah.

Memang Allah roh adanya dan tak terikat pada tubuh jasmani (Yohanes 4:23-24), tetapi karena Ia Mahakuasa tentu Ia dapat mengambil bentuk tubuh bila perlu seperti yang dilakukanNya pada “kelahiran” Isa.

Jawaban Saya: Sehubungan dengan kitab-kitab sebelumnya, Al-Qur’an menyatakan membenarkan kitab-kitab tersebut sekaligus menjadi batu ujian terhadapnya.

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu” (Al Maa'idah: 48)

Mengenai ayat tersebut Ibnu Juraij mengatakan, Al-Qur'an adalah kepercayaan kitab-kitab terdahulu yang sebelumnya. Dengan kata lain, apa saja isi dari kitab terdahulu yang sesuai dengan Al-Qur'an, maka itu adalah benar dan apa saja isi dari kitab-kitab terdahulu yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an, itu adalah batil.

Al-Aufi juga telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna muhaiminan, bahwa makna yang dimaksud ialah sebagai hakim atau batu ujian bagi kitab-kitab yang sebelumnya.

Jadi kewajiban umat Islam hanyalah beriman terhadap diturunkannya kitab-kitab sebelum Al-Qur’an. Sementara isinya tidak boleh serta-merta dipercaya kebenarannya sebelum dibandingkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Jika dalam kitab-kitab tersebut terdapat ayat yang sesuai dengan Al-Qur’an, maka itu adalah benar. Tetapi jika dalam kitab-kitab tersebut ada ayat yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an, maka itu adalah batil dan tidak boleh dipercaya sebagai kebenaran. Ada banyak ayat dalam Bible yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an. Salah satunya ayat yang dikutip kafir Kristen pemuja Yesus berikut;

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. (Kejadian 1:27)

Pada ayat di atas, dikatakan bahwa Allah menciptakan manusia menurut gambar Allah. Jika yang dimaksud dari ayat ini, Allah menciptakan manusia menurut gambaran dari diri-Nya, itu jelas batil karena bertentangan dengan banyak ayat dalam Al-Qur’an. Karena Jika dikatakan manusia diciptakan menurut gambar Allah, maka tidak ada perbedaan antara khalik dan makhluk. Jelas itu bertentangan dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang menyatakan Allah tidak serupa dengan makhluknya. Sebagaimana firman Allah SWT berikut;

(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat. (Asy Syuura: 11)    

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Allah memiliki jiwa dan roh. Karena manusia menurut mereka diciptakan atas gambar Allah (Kejadian 1:27), maka sebagaimana manusia memiliki jiwa dan roh, Allah juga memiliki jiwa dan roh. Allah adalah roh (Yohanes 4:24), Roh Kudus adalah roh Allah. Allah yang roh memiliki roh, roh memiliki roh. Itu aneh! Keyakinan yang sesat tersebut kemudian memunculkan kesesatan lainnya. Seperti beranggapan Allah yang roh dapat berinkarnasi menjadi manusia atau berinkarnasi menjadi makhluk yang lebih rendah seperti binatang, pohon dan batu. Keyakinan inkarnasi Tuhan seperti itu, pada akhirnya akan membenarkan penyembahan manusia terhadap manusia, penyembahan manusia terhadap binatang, pohon dan batu. Jika Allah segambar atau serupa dengan manusia makhluk ciptaan-Nya, maka Allah juga akan memiliki banyak kelemahan sebagaimana manusia memiliki kelemahan. Jika Allah memiliki banyak kelemahan sebagaimana manusia juga memiliki banyak kelemahan, tidak ada gunanya kafir Kristen pemuja Yesus memuja-Nya.

Berbeda dengan Allah SWT yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah SWT yang disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai Tuhan yang tiada suatu pun dari semua makhluknya yang serupa dengan-Nya. Karena Allah SWT tidak serupa dengan semua makhluknya, maka Dia juga tidak memiliki kelemahan sebagaimana manusia yang memiliki kelemahan. Dialah Allah SWT yang awal dan yang akhir. Yang tidak beranak dan tidak diperanakkan. Yang menciptakan langit dan bumi serta memelihara keduanya. Yang memiliki sifat-sifat sempurna yang tidak dimiliki makhluk-Nya. Dialah Tuhan yang harusnya disembah dan ditaati semua perintahnya. Bukan Tuhan yang serupa dengan makhluk dengan kelemahan sifat-sifatnya yang ada.

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Apakah Allah Mempunyai Jiwa? Tidak!"

  1. Wkwkwk sdg taqiyyah bro...? Bgmn bgmn dgn awloh swt itu punya wajah, dua tangan ( kanan semua menurut mamad 😂), punya betis, duduk di arsy terus menurut loe mirip sp..? Ooo ya krn gak punya roh itu mirip patung berarti ya 😂😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan taqiyah, kamunya saja yang enggak paham dengan ajaran Islam. Al-Qur'an dan Hadits Nabi yang shahih memang menyifati Allah mempunyai wajah, dua tangan, betis dan istiwa' di atas arsy. Tetapi ke semua sifat Allah itu tidak boleh disamakan dengan sifat yang melekat di semua makhluk-Nya. Allah mempunyai wajah, tetapi wajah Allah tersebut tidak sama dengan wajah semua makhluknya, Allah mempunyai dua tangan, tetapi dua tangan Allah itu tidak sama dengan tangan semua makhluknya, dan seterusnya. Allah dan makhluknya memiliki sifat yang sama, tetapi berbeda dalam hakikatnya. Apa karena kamu dan monyet sama-sama punya wajah, terus dapat di anggap wajah kamu seperti wajah monyet? kan tidak! Jadi penamaan sifat itu bukan berarti sama juga dalam hakikat, paham?!

      Beda dengan penggambaran Tuhan di Kristen. Dalam Kristen, Tuhan digambarkan memiliki bentuk fisik seperti manusia; pria tua berambut panjang penuh uban, berjenggot, mungkin juga punya titit, hanya kamu yang bisa menjawab. hehehe

      Hapus

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.