Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Benarkah Kerasulan Paulus Diakui Al-Qur’an?

Kafir Kristen mengatakan Paulus diakui Al-Qur’an sebagai utusan Yesus. Mereka mengatakan nama Paulus disebutkan dalam tafsir suroh Yasin: 14. Ibnu katsir dalam kitab Tafsirnya hanya mengutip pendapat Qotadah dan lainnya. Sementara Ibnu Katsir sendiri menyatakan keraguannya atas pendapat Qatadah tersebut.

(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang di utus kepadamu." (Yasiin: 14)

Menurut Ibnu Katsir, pengertian lahiriah ayat menunjukkan ketiga utusan tersebut adalah utusan Allah, bukan utusan Isa Al-Masih. Jelas sekali kalau ayat tersebut sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan Paulus atau murid-murid Yesus.

 Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami." (Yasiin: 18)

Dalam ayat di atas ketiga utusan tersebut ditolak oleh kaumnya (Yasiin: 18). Sementara Kitab Para Rasul menyatakan murid-murid Yesus ataupun Paulus diterima oleh penduduk Antiokhia. Bahkan dari sinilah nama Kristen muncul. Jelas sekali utusan yang di maksud dalam surah Yasiin: 14 bukanlah murid-murid Yesus ataupun Paulus.

Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati. (Yasiin: 29)

Negeri yang menolak ketiga utusan tersebut di azab karena mereka tidak beriman dan membunuh para utusan (Yasiin: 29). Sementara Antiokhia yang menjadi tempat Paulus dan murid-murid Yesus lainnya dalam menyebarkan agama, tidak pernah di azab. Jadi jelas negeri yang di azab dalam Yasiin: 29 bukanlah Antiokhia.

Demikianlah bantahan terhadap tuduhan kafir Kristen yang berkata Paulus diakui Al-Qur’an. Kafir Kristen hanya mengutip Tafsir ibnu Katsir tanpa peduli tentang kesahehan pendapat itu. Padahal Ibnu Katsir mengutip pendapat yang menyatakan para rasul dalam surah Yasiin tersebut adalah murid-murid Yesus dan Paulus, hanyalah untuk menunjukkan kelemahan Pendapat tersebut. Kafir Kristen juga mengabaikan ayat-ayat Al-Qur’an setelahnya.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Benarkah Kerasulan Paulus Diakui Al-Qur’an?"

Posting Komentar

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.