Kafir Kristen pemuja Yesus menuduh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam anak haram. Tuduhan tersebut bermula dari buku sirah yang menyebutkan Abdullah, ayah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam menikah di hari yang sama dengan bapaknya, Abdul Muthalib. Abdullah menikahi Aminah yang kemudian melahirkan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, sementara Abdul Muthalib menikahi Halah yang kemudian melahirkan Hamzah. Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan mustahil Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam anak dari Abdullah.
Karena menurut sirah Nabi yang lain, Hamzah lebih tua 4 tahun atau 7 tahun
dari umur Nabi Muhammad. Bagi mereka tidak mungkin umur Hamzah lebih tua 4
tahun atau 7 tahun kalau Abdullah dan bapaknya menikah di hari yang sama.
Kalaupun ada selisih umur itu pasti tidak jauh. Di tambah lagi, pada zaman itu
ada pernikahan di mana seorang wanita menikah dengan banyak laki-laki. Kemudian
setelah hamil, wanita tersebut menunjuk bapak dari anak yang dikandungnya.
Kafir Kristen pemuja Yesus menganggap Aminah menikah dengan model seperti itu.
Kafir Kristen pemuja Yesus menjadikan buku sirah sebagai dasar tuduhan.
Sementara kita tahu kalau informasi dari buku-buku sirah tidak semuanya Shahih.
Banyak informasi dalam buku-buku sirah yang periwayatnya lemah. Para ulama ahli
Sirah tidak ketat dalam menyeleksi riwayat-riwayat yang diterimanya agar
rangkaian Sirah dari kitab yang
ditulisnya tidak terputus. Para ulama ahli sirah menyerahkan penyeleksian
riwayat kepada para ulama yang datang kemudian.
Kafir Kristen pemuja Yesus menuduh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi
Wasallam anak haram karena dalam buku sirah bapak Beliau, Abdullah menikah di
hari yang sama dengan Abdul Muthalib. Kisah tersebut bersumber dari seorang
periwayat yang bernama Muhammad bin Umar Al Waqidi. Sementara Al Waqidi adalah
periwayat yang lemah yang sering melakukan kebohongan dalam periwayatannya dan
dia suka memalsukan Hadits. Berikut ini komentar para ulama mengenai Al Waqidi:
Ahmad bin Hanbal mengatakan bahwa dia adalah seorang periwayat yang melakukan
kebohongan dalam periwayatannya, dan suka menukar-nukar isi Hadits dengan isi Hadits
lainnya. Al-Buhhari mengatakan bahwa periwayatannya tidak diakui.
Abu Hatim dan An-Nasa'i mengatakan bahwa dia suka memalsukan Hadits. Ibnu
Adi mengatakan bahwa Hadits yang diriwayatkannya tidak terjaga, dan kerusakan
riwayat itu berasal dari dirinya. Adz-Dzahabi mengatakan bahwa para ulama
seakan bersepakat dirinya periwayat yang lemah.
Lalu di akhir biografinya, Adz-Dzahabi menambahkan: Seluruh ulama telah
menetapkan lemahnya Al Waqidi. Ibnu Hajar pun mengatakan bahwa periwayatannya
tidak diakui, meskipun sebenarnya dia memiliki ilmu yang sangat luas.
Karena Al Waqidi adalah periwayat lemah yang sering melakukan kebohongan
dan memalsukan Hadits, maka semua periwayatan darinya tertolak.
Kafir Kristen pemuja Yesus juga menuduh ibunda Nabi Muhammad Shallallahu
'Alaihi Wasallam melakukan praktek pernikahan jahiliyah. Yang seorang wanita dapat
menikah dengan banyak lelaki, kemudian setelah hamil si wanita boleh memilih salah
seorang laki-laki yang menikah dengannya sebagai ayah dari anaknya. Itu adalah
tuduhan palsu yang hanya didasarkan pada asumsi kafir Kristen pemuja Yesus
sendiri. Tidak ada dalam catatan sejarah mana pun, Aminah mempraktekkan
pernikahan jahiliyah, baik dari sumber dhaif lebih-lebih yang shahih.
Pernikahan model seperti itu memang benar ada di masa jahiliyah, tetapi
berpikiran semua orang Arab melakukannya adalah kesalahan fatal, apalagi Aminah
berasal dari keluarga terhormat. Jadi kesimpulannya, berapa pun selisih umur
Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dengan pamannya Hamzah, tidak dapat membuktikan
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam anak haram karena Abdullah dan Abdul Muthalib tidak menikah di hari yang sama. .
0 Response to "Menjawab Tuduhan Nabi Muhammad SAW Anak Haram"
Posting Komentar
Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.