Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Apakah Ada Injil Versi Islam?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Injil versi Kristen atau versi Islam? Pertanyaan kami: Yang manakah Injil versi Islam itu? Kami belum pernah menemukan versi demikian. Yang kami tahu, yang sering disebut dalam Al-Quran adalah versi tertulis yang dikenal sebagai Perjanjian Baru. Injil ini sudah beredar sebelum Muhammad lahir. Paman Muhammad, juga isterinya Maryam, dan Muhammad sendiri hanya mengenal Injil yang sedang beredar, bahkan telah 500 tahun lamanya beredar ketika Islam lahir.

Bila ada Injil lain, kami belum pernah melihatnya. Yang pasti bukan apa yang dinamakan Injil Barnabas yang baru dikenal pada sekitar tahun 1300, yang isinya banyak bertentangan dengan Al-Quran dan malah mengajarkan bahwa Muhammad adalah Mesias (Al-Masih), padahal Al-Quran mengajarkan bahwa Isa adalah Al-Masih.

Jawaban Saya: Mungkin benar jika dikatakan Injil Kristen sudah beredar jauh sebelum Nabi Muhammad SAW lahir, paman Nabi dan istrinya Maryam bahkan mungkin Nabi Muhammad SAW sendiri juga sudah mengenal Injil Kristen yang sudah beredar. Tetapi Injil yang disebut oleh Al-Qur’an berbeda dengan Injil Kristen yang dikenal oleh bangsa Arab dahulu.

Injil Kristen adalah empat buah kitab tulisan orang-orang tidak dikenal. Injil Kristen berisi tentang perjalanan Yesus dalam berdakwah kepada bangsa Israel, yang ditulis puluhan tahun setelah Nabi Isa AS atau Yesus di angkat ke surga. Saya tidak menemukan firman-firman Allah di dalam Injil Kristen, tidak sebagaimana dengan mudah kita akan dapat menemukan firman-firman Allah dalam Perjanjian Lama. Injil Kristen di jilid dan dijadikan satu dengan kitab-kitab karangan lainnya yang kemudian kita kenal dengan istilah Perjanjian Baru. Injil Kristen menjadi bagian dari dari Perjanjian Baru, Injil Kristen bukanlah Perjanjian Baru dan Perjanjian Baru bukanlah Injil Kristen. Orang Kristen yang hidup di awal kekristenan tidak pernah menganggap Injil-Injil tersebut sebagai Kitab Suci. Mereka hanya menganggapnya tidak lebih dari kisah rakyat. Seiring dengan keinginan gereja untuk menjadikan Injil Kristen sebagai Kitab Suci, maka Injil-injil tersebut diberi nama dengan nama-nama murid Yesus. Padahal tidak ada satu ayat pun dalam Perjanjian Baru yang menceritakan murid-murid Yesus menulis sebuah kitab.

Sedangkan Injil yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah kitab wahyu yang diberikan kepada Nabi Isa AS, sebagai petunjuk dan cahaya bagi Bani Israel. Injil yang diberikan kepada Nabi Isa AS inilah yang diakui oleh Islam sebagai Kitab Suci yang berisi firman-firman Allah. Bukan Injil hasil karya tangan-tangan manusia yang kemudian di anggap sebagai Kitab Suci. Kitab Injil ini sudah ada ketika Nabi Isa AS atau Yesus masih hidup di dunia, sangat berbeda dengan Injil Kristen yang baru ditulis setelah puluhan tahun Yesus di angkat ke langit. Mengenai Injil Allah SWT berfirman;

Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. (Al Maa'idah: 46)

Adakah bukti dalam Injil Kristen yang menyebutkan Yesus menerima Kitab Suci Injil? Ada buktinya! Dalam Injil Kristen Yesus dikabarkan tinggal menyendiri di padang gurun dengan berpuasa empat puluh hari empat puluh malam (Matius 4:1-2). Perbuatan Yesus tersebut ternyata pernah juga dilakukan oleh Nabi Musa AS ketika hendak menerima Taurat dari Tuhan. Nabi Musa AS juga pernah mengasingkan diri di atas gunung empat puluh hari empat puluh malam dengan berpuasa (Ulangan 9:9). Yesus tinggal menyendiri di padang gurun dengan berpuasa empat puluh hari empat puluh malam (Matius 4:1-2) untuk menerima Kitab Injil, setelah itu Yesus turun dan mengabarkan Injil yang baru diterimanya dari Allah (Markus 1:14-15).

Bukan hanya kafir Kristen pemuja Yesus saja yang belum pernah melihat Injil yang asli, umat Islam juga tidak pernah melihatnya. Tetapi dengan melihat ciri-ciri Injil yang disebutkan Al-Qur’an, dapat dipastikan Injil yang dimaksud oleh Al-Qur’an sangat jauh berbeda dengan Injil Kristen. Kesamaan hanya terletak pada namanya saja.

Sebagi penutup, saya akan kutipkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas. Di dalam hadits tersebut diceritakan awal mula kerusakan Injil yang asli sehingga mustahil dapat kita temukan. Perhatikan hadits di bawah ini;

Telah mengabarkan kepada kami Al Husain bin Huraits ia berkata; telah memberitakan kepada kami Al Fadl bin Musa dari Sufyan bin Sa'id dari 'Atha` bin As Sa`ib dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas ia berkata; "Raja-raja setelah Nabi Isa bin Maryam 'Alaihi Ash Shalatu was Salam mengubah Kitab Taurat dan Injil, padahal di tengah-tengah mereka ada orang-orang yang membaca Kitab Taurat. Lalu dikatakan kepada raja-raja itu; "Kita tidak mendapatkan celaan yang lebah buruk dari celaan mereka. Mereka membaca: ' Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir'. Ayat-ayat itu mereka baca untuk mencela perbuatan kita, maka ajaklah mereka agar mereka membaca sebagaimana yang kita baca, dan beriman sebagaimana yang kita imani." Raja-raja itu lalu mengajak orang-orang yang membaca Taurat (orang-orang yang beriman), kemudian mengumpulkan dan menawarkan kepada mereka; (memilih untuk) dibunuh atau mereka meninggalkan bacaan Taurat dan Injil mereka, kecuali jika mereka mau membaca Taurat dan Injil sebagaimana bacaan yang telah mereka ubah. Orang-orang yang beriman berkata; "Apa yang kalian inginkan dengan tawaran itu? Biarkanlah kami." Lalu sekelompok dari mereka berkata; "Bangunkanlah sebuah menara untuk kami, lalu naikkan kami ke atasnya, berikan kepada kami suatu alat yang dengannya kami dapat menaikkan makanan dan minuman kami hingga kami tidak melewati (mengganggu) kalian." Sebagian dari mereka juga berkata; "Biarkanlah kami berpencar di bumi sampai kami kehausan dan minum sebagaimana binatang minum, jika kalian mendapati kami berada di wilayah kalian, maka bunuhlah kami." Sebagian lagi berkata; "Bangunkan kami sebuah rumah (biara) di padang sahara, maka kami akan menggali sumur dan menanam sayuran, kami tidak akan melintasi atau menemui kalian lagi." Dan tidak ada satu kabilah pun kecuali telah disiapkan air yang mendidih oleh raja-raja tersebut. Ibnu Abbas berkata; "Ketika mereka melakukan hal itu, Allah 'azza wajalla menurunkan ayat: ' Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya'. Sedangkan yang lain berkata; "Kami akan beribadah sebagaimana Fulan beribadah. Kami akan berpetualang sebagaimana Fulan berpetualang. Kami akan membangun rumah sebagaimana Fulan membagun rumah." Mereka tetap dalam kemusyrikan, dan mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang keimanan orang-orang yang mereka jadikan tauladan. Ketika Allah mengutus Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, mereka (orang-orang yang beriman) tidak tersisa kecuali hanya sedikit saja. Seorang laki-laki akan turun dari tempat peribadatannya, para petualang akan datang dari tempat petualangannya, pemilik rumah (biara) akan keluar dari dalam rumahnya, lalu mereka akan beriman dan membenarkan kenabiannya (Muhammad). Allah Tabaraka Wa Ta'ala lalu berfirman: ' Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian'. Dua bagian (kebaikan) itu adalah keimanan mereka kepada Isa, Taurat dan Injil, serta keimanan mereka kepada Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan pembenaran mereka kepadanya. Ibnu Abbas melanjutkan; "Allah menjadikan cahaya bagi mereka, dengannya mereka dapat mengamalkan Al-Qur'an dan mengikuti sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Selanjutnya Allah berfirman: ' Kami terangkan yang demikian itu) supaya ahli Kitab mengetahui', mereka menyerupai kalian '(bahwa mereka tiada mendapat sedikitpun) '. (Sunan Nasa'i: 5305)  

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Apakah Ada Injil Versi Islam?"

  1. http://www.onenesspentecostal.com/originalbooks.htm......di situs tanya jawab kristen ini xtian sendiri akui injil yg asli telah hilang dan apa yg ada sekarang adalah salinan atas salinan...

    ini copasan sedikit dari situs di atas semuga bermanfaat ..........

    What Happened to the Original Books of the Bible?

    by
    William Arnold III
    WmArnold@gmail.com

    Question:

    Do the original Gospels and Epistles written by the original authors still exist today? If so where are they, and can I go see them, (as in an address)? If not, could you tell me what happened to them? I am doing a report on the history of the Bible, and would like to know this info. Any information you can offer would be greatly appreciated.

    Response:

    We do not have the originals of any of the books in the Bible. Before the invention of the printing press, books (originally scrolls) were copied by hand. Many copies were made of the biblical books for use in the early churches. What we have today are actually copies of copies. As far as what happened to the actual originals, we don't know but they probably deteriorated from use.

    BalasHapus

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.