Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Menguji "Injil Barnabas" Dengan Al-Quran Dan Injil Allah

Masih banyak umat Islam dan Kristen yang bingung soal keaslian injil Barnabas. Mengujinya dengan Al-Quran dan Injil Allah, kita akan tahu kebenarannya.

Alasan Islam Mengakui Injil Pseudo (Palsu) Barnabas

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Umumnya Islam mengakui kebenaran injil pseudo Barnabas karena mengakui kenabian Muhammad. ''Terpujilah nama-Mu yang kudus, ya Allah Tuhan kita . . . Tiada Tuhan Selain Allah dan dan Muhammad adalah utusan-Nya''(injil pseudo Barnabas Bab 39). Namun kaum Muslim masih bingung akan keaslian injil ini, sebab isinya banyak bertentangan dengan ajaran Al-Quran.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Islam umumnya mengakui Injil Barnabas. Ini tidak benar. Islam tidak pernah mengakui Injil Barnabas atau Injil-Injil lainnya, seperti Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas dan Injil Yohanes. Agama Islam hanya mengakui Injil yang pernah Allah SWT berikan kepada Nabi Isa AS. Umat Islam pun hanya di minta untuk beriman kepada Injil yang pernah diberikan kepada Nabi Isa AS. Bukan Injil-Injil yang ditulis oleh orang tidak dikenal, yang kemudian di atas namakan dengan nama murid-murid Nabi Isa AS atau Yesus agar orang yakin dengan kebenaran Injil-Injil tersebut.

Sedangkan bagi umat Islam, sebagian dari kami memang ada kalanya mengutip beberapa ayat dalam Injil Barnabas dengan berbagai tujuan. Tetapi itu bukan berarti umat Islam beriman atau mengakui kebenaran Injil Barnabas. Sebagian umat Islam mengutip beberapa ayat dalam Injil Barnabas karena isinya berkesesuaian dengan ayat Al-Qur’an. Sebagaimana juga sebagian umat Islam (termasuk saya) yang kerap mengutip ayat-ayat Injil Kristen untuk menunjukkan kebenaran Islam atau mengkritik ajaran Kristen atau mengkritik ayat dari Injil Kristen itu sendiri. Kami mengutip ayat-ayat dari Injil Kristen, bukan karena kami percaya dengan kebenaran Injil Kristen. Kami membenarkan ayat-ayat Injil Kristen hanya jika ayat tersebut berkesesuaian dengan isi Al-Qur’an. Karena selain membenarkan kitab-kitab yang diturunkannya sebelumnya, Al-Qur’an juga menjadi batu ujian terhadap kebenaran isi dari kitab-kitab tersebut. Sebagaimana ayat berikut;

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu (Al Maa'idah: 48)

Mengenai ayat tersebut Ibnu Juraij mengatakan, Al-Qur'an adalah kepercayaan kitab-kitab terdahulu yang sebelumnya. Dengan kata lain, apa saja isi dari kitab terdahulu yang sesuai dengan Al-Qur'an, maka itu adalah benar dan apa saja isi dari kitab-kitab terdahulu yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an, itu adalah batil.

Al-Aufi juga telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna muhaiminan, bahwa makna yang dimaksud ialah sebagai hakim atau batu ujian bagi kitab-kitab yang sebelumnya.

Menguji Injil Pseudo Barnabas dengan Al-Quran

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Pertama, soal siapa Al-Masih, injil pseudo Barnabas berbeda dari Al-Quran.  “Hazrat Isa mengaku dan berkata benar: Saya bukan Al-Masih . . . ” (injil Pseudo Barnabas m.s. 54, 104). Sebaliknya  Al-Quran mengakui Isa adalah Al-Masih.  “(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu . . . dengan kalimat . . . daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat . . . (Qs 3:45).

Kedua, menurut injil pseudo Barnabas, Muhammad adalah Imam Mahdi. Sedangkan menurut Hadits Muslim (Jilid I hal. 74), Imam Mahdi itu adalah Isa. Juga Hadits Ibnu Majjah menuliskan "La mahdia illa isabnu maryam", artinya: "Tidak ada Imam Mahdi kecuali Isa putra Maryam".

Jawaban Saya: Di sini kafir Kristen pemuja Yesus mengajak umat Islam untuk menolak Injil Barnabas karena bertentangan dengan Al-Qur’an. Di antaranya dalam Injil Barnabas, Nabi Isa AS dikatakan bukan Al-Masih. Sedangkan dalam Al-Qur’an, Nabi Isa AS di sebut dengan Al-Masih. Jika kafir Kristen pemuja Yesus konsisten dengan apa yang mereka tulis. Seharusnya mereka juga mengajak umat Islam untuk menolak Injil Kristen, karena ada banyak ayat-ayat Injil Kristen yang bertentangan dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Salah satu di antaranya;

Injil Kristen menyatakan Yesus mati di salib, sementara Al-Qur’an menyatakan Nabi Isa AS atau Yesus tidak mati dan tidak di salibkan:

Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. (Matius 28:5)

dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (An-Nisaa’: 157)

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa menurut Injil Barnabas, Muhammad adalah Imam Mahdi, sedangkan menurut hadits Muslim Imam Mahdi itu adalah Isa. Injil Barnabas yang menyebut Nabi Muhammad SAW jelas salah, tetapi menganggap ada hadits dalam shahih Muslim* yang menyatakan Imam Mahdi adalah Isa juga tidak benar. Shahih Muslim dan Kitab-Kitab Hadits lainnya tidak pernah menyatakan Imam Mahdi adalah Nabi Isa AS. Hadits tersebut palsu buatan kafir Kristen pemuja Yesus sendiri yang dikatakannya berasal dari Shahih Musim dan Sunan Ibnu Majah. Padahal tidak ada hadits seperti itu dalam kitab hadits mana pun. Dalam hadits shahih, Rasulullah SAW menyatakan Al-Mahdi berasal dari keturunan beliau dari jalur Fatimah. Jika Imam Mahdi berasal dari keturunan Nabi Muhammad SAW, maka mustahil kalau Imam Mahdi adalah Isa Al-Masih.

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Ibrahim berkata, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Ja'far Ar Raqqi berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Al Malih Al Hasan bin Umar dari Ziyad bin Bayan dari Ali bin Nufail dari Sa'id Ibnul Musayyab dari Ummu Salamah ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Al Mahdi dari keturunanku, dari jalur Fatimah." (Sunan Abu Daud: 3735)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Abdul Malik telah menceritakan kepada kami Abu Al Malih Ar Raqqi dari Ziyad bin Bayan dari Ali bin Nufail dari Sa'id bin Al Musayyab dia berkata, "Ketika kami berada di samping Ummu Salamah, tiba-tiba dia menyebutkan kepada kami mengenai perkara Mahdi, katanya, "Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Al Mahdi berasal dari anak keturunan Fatimah." (Sunan Ibnu Majah: 4076)

*(Di tulisan lainnya kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan hadits “La mahdia illa isabnu maryam" terdapat dalam sunan Ibnu Majah)

Dilema Islam Jika Mengakui Injil Pseudo Barnabas

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Soal perbedaan itu, kita patut bertanya “Al-Quran ataukah injil pseudo Barnabas yang benar?” Jika Al-Quran benar, berarti injil pseudo Barnabas salah, sebaliknya jika injil pseudo Barnabas yang benar berarti Al-Quran itu salah. Inilah dilema Islam. Bukankah dengan perbedaan itu, kaum Mukmin harus menolaknya?

Jawaban Saya: Tidak ada dilema dalam agama Islam. Karena semuanya sudah Allah SWT jelaskan melalui Al-Qur’an. Termasuk bagaimana melihat kitab-kitab yang ada sebelum Al-Qur’an. Jika ditemukan ayat-ayat dari kitab terdahulu yang sesuai dengan Al-Qur'an, maka itu adalah benar. Dan jika ditemukan ayat-ayat dari kitab-kitab terdahulu yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an, itu adalah batil. Jadi yang dilihat Islam adalah isi dari kitab-kitab tersebut, bukan kitabnya itu sendiri.

Perbedaan antara ayat dari Al-Qur’an dan Injil Barnabas tidak akan menjadi dilema, karena Al-Qur’an telah menjawabnya. Justru kafir Kristen pemuja Yesus yang seharusnya memikirkan jalan keluar dari dilema yang ada dalam Bible. Pasalnya, Injil Yohanes menyebut Yesus sebagai satu-satunya orang yang naik ke sorga, padahal 2 Raja-Raja menyebut Nabi Elia juga naik ke sorga. Soal perbedaan tersebut, kami patut beranya; “Injil Yohanes ataukah 2 Raja-Raja yang benar?” Jika Injil Yohanes benar, berarti kitab 2 Raja-Raja yang salah. Sebaliknya jika kitab 2 Raja-Raja yang benar, berarti Injil Yohanes itu yang salah. Inilah dilema Kristen. Bukankah dengan perbedaan itu, kafir Kristen pemuja Yesus harus menentukan mana yang benar dan mana yang salah?    

Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia(Yohanes 3:13).

Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai(2Raja 2:11).

Menguji Injil Pseudo Barnabas dengan Injil Allah

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Ketika orang Islam masih bingung bersikap soal injil pseudo Barnabas, orang Kristen tegas menolaknya. Sebab injil ini banyak bertentangan dengan Wahyu Allah (Taurat, Zabur dan Injil), terutama Injil. Soal Isa, Injil Allah menyaksikan “ . . . tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah (Isa) Mesias (Al-Masih), . . . , dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya” (Injil, Rasul Besar Yohanes 20: 31).

jawaban Saya: Tidak ada orang Islam yang bingung terhadap Injil Barnabas. Kami hanya cukup menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai batu ujian terhadap ayat-ayat dalam Injil Barnabas, Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, Injil Yohanes dan Injil-Injil lainnya yang belum saya sebutkan. Jika ayatnya berkesesuaian dengan ayat Al-Qur’an, maka kami akan membenarkannya. Jika ayatnya bertentangan dengan ayat Al-Qur’an, maka kami akan menolaknya. Persoalan semudah itu tidak akan membuat seorang Muslim bingung bersikap.

Bagaimana Sikap Anda?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Kecuali yang sudah dijelaskan di atas, masih banyak kepalsuan injil pseudo Barnabas. Misalnya tahun penulisannya, kesalahan data dan sebagainya. Karena itulah guru besar Al-Azhar, Mesir, Dr. Abbas Mahmoud Al Aqqad menolak injil Barnabas.  Dia mengajak umat Muslim sedunia untuk menolak injil pseudo Barnabas. Jadi umat Islam dan Kristen wajib hukumnya menolak injil pseudo Barnabas.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa ada banyak kepalsuan Injil Barnabas, seperti tahun penulisannya, kesalahan data dan sebagainya. Kalau dengan alasan itu Injil Barnabas di anggap palsu, maka Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas dan Injil Yohanes dapat juga di anggap Injil Palsu. Karena ke empat Injil tersebut tidak jelas siapa penulisnya, di tulis setelah ratusan tahun setelah Yesus pergi, dan banyak sekali pertentangan pada ayat-ayatnya. Itu semua bukti kalau Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas dan Injil Yohanes sangat layak di sebut Injil-Injil Palsu. Karena Injil menurut Al-Qur’an adalah kitab wahyu yang diberikan kepada Nabi Isa AS atau Yesus sebagai petunjuk bagi Bani Israel, perhatikan ayat berikut;

Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. (Al Maa'idah: 46)

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Menguji "Injil Barnabas" Dengan Al-Quran Dan Injil Allah"

  1. Benar sekali. Sebenar apapun injil barnabas tentu ga akan seasli yang sebenarnya karena allah swt sendiri sudah menegaskan dalam al-qur'an bahwa allah tidak memelihara keaslian isi kitab tersebut. Kita hanya mengambil beberapa bagian dari ayat injil yang berkesesuaian dengan al-qur'an maka itu informasi yang benar dan injil barnabas sendiri dibanding kesalahannya masih lebih banyak benarnya tapi bukan berarti umat islam mengimani isi injil barnabas. Tentu salah besar jika berpendapat demikian

    BalasHapus

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.